- Permudah Akses Warga Ciracas-Rambutan, Jembatan Pule Ciracas Kembali Beroperasi
- GMNI Jakarta Laporkan Dugaan Korupsi Proyek KDMP ke Kejagung
- Pelatihan AI Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Beri Dampak Nyata bagi UMKM Binaan
- Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar Gelar BREAKFAST JAKARTA BERSIH Gema Bela Negara Dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan
- DR. Chairul Hakim,SP., SE., MM Terpilih Menjadi Ketua PP. Pemuda Formula
- 1.023 Dokter Muda Adukan Kebijakan Pendidikan ke Komnas HAM
- Pramono: Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga, Biopori Jumbo Jadi Solusi Jakarta
- Perseroda dan Masa Depan PAM JAYA
- DPD GMNI Jakarta Laporkan Dugaan Korupsi KDMP Hari Ini
- Ketua SP PLN Indonesia Hadiri Kongres III KPBI
Konflik Timur Tengah dan Sentimen Rating Kredit Picu Pelemahan Rupiah
.jpg)
Keterangan Gambar : Poto istimewa
BERNUSA.COM, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menembus level Rp18.000 per dolar AS di pasar spot pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Pelemahan mata uang Garuda terjadi di tengah tekanan pada pasar keuangan domestik dan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi global.
Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan perhatian investor saat ini tertuju pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta keputusan lembaga pemeringkat internasional terkait peringkat kredit Indonesia.
Menurutnya, spekulasi mengenai potensi penurunan peringkat kredit Indonesia menjadi salah satu faktor yang menekan sentimen pasar keuangan nasional, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Baca Lainnya :
"Pelaku pasar kembali mengambil posisi wait and see dan fokus menanti keputusan S&P dalam menentukan posisi credit rating Indonesia," ujar Gunawan dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, pada perdagangan pagi, IHSG kembali bergerak di zona merah seiring pelemahan mayoritas bursa saham di kawasan Asia. IHSG dibuka pada level 5.919 dan terus mengalami tekanan hingga mendekati level psikologis 5.800.
Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah juga masih berlanjut. Pada perdagangan pasar spot, rupiah tercatat melemah ke posisi Rp18.010 per dolar AS.
"Tekanan pada rupiah sangat potensial menyeret pelemahan pada kinerja IHSG," lanjutnya.
Gunawan menilai pasar keuangan domestik saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat di tengah upaya Indonesia mempertahankan status investment grade dari lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings, Moody's, dan Fitch Ratings.
Sementara itu, harga emas dunia masih bertahan di level 4.461 dolar AS per ons troy atau setara sekitar Rp2,59 juta per gram. Harga logam mulia tersebut tetap menunjukkan kekuatan di tengah meningkatnya sentimen negatif global.
Menurut Gunawan, ketegangan geopolitik yang dipicu memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat turut mendorong investor mencari aset aman (safe haven), sehingga menopang harga emas di pasar internasional.
Pelaku pasar kini menantikan sejumlah sentimen penting, termasuk keputusan lembaga pemeringkat internasional terhadap Indonesia dan perkembangan situasi geopolitik global yang berpotensi menentukan arah pergerakan rupiah, IHSG, maupun harga komoditas dalam waktu dekat.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

