- Infrastruktur Terus Dikebut, TMMD Depok Optimistis Selesai Tepat Waktu
- RSUD Tarakan Menuju 39 Tahun: Menguat di Tengah Lonjakan Layanan Kesehatan Ibu Kota
- Makalah Sedekah dan Hibah Tugas Kampus Alhikmah Jakarta
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama
- Kado Bulan K3, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum
- Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia
- Relawan ILS Berencana Menambal Jalan Berlubang di Kemasan Krian
Pemkab Barito Utara Gelar Pelatihan Pengelolaan Arsip dan Penerapan Aplikasi Srikandi
.jpg)
BERNUSA.COM: Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dissiptaka) menggelar pelatihan pengelolaan arsip dinamis dan penerapan aplikasi Srikandi bagi perangkat daerah, Selasa (11/11/2025) di aula utama kantor Dissiptaka Muara Teweh.
Kegiatan dibuka oleh Bupati Barito Utara melalui staf ahli, drg. Dwi Agus Setyowaty, serta dihadiri narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Dalam sambutannya, drg. Dwi menyampaikan bahwa aplikasi Srikandi merupakan bagian dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang bertujuan mewujudkan tata kelola arsip digital yang aman, efisien, dan terintegrasi.
Baca Lainnya :
- Kemenkop Dorong Kopdes Merah Putih Tingkatkan Produksi Berbasis Komoditi Unggulan di Aceh0
- Mentan Amran: Bela Kementerian dan Petani, Bukan Pribadi Saya0
- Polisi Sebut Hansip yang Meninggal di Cakung adalah Pahlawan Lingkungan0
- Soal Gugatan ke Tempo, Hasan Nasbi: Ini Bukan Kriminalisasi, Tapi Hak Konstitusional0
- KRT Romo Asun Gotama, Deputy VP for Finance and Budgeting, Installs Majubuthi South Sumatra Leadership0
Ia menegaskan pentingnya kesadaran seluruh perangkat daerah dalam menjaga kearsipan sebagai bagian dari akuntabilitas publik, bukan sekadar tugas Dissiptaka.
“Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat memahami dan menerapkan sistem pengelolaan arsip modern berbasis elektronik guna mendukung pemerintahan yang efisien dan paperless,” ujar drg. Dwi.
(Ai)
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

