- PRSI Sumut Perkuat Edukasi Teknologi Lewat Program Robotika Untuk Negeri di Nias
- Dangdut Pecah di Halal Bihalal Sidoarjo Damai Bersatu, Warga Gedangan Bergoyang Tanpa Henti
- DPR Soroti Minimnya Dukungan Negara, Studio Alam Gamplong Jadi Simbol Perjuangan UMKM Kreatif
- Lebih Hemat, Lebih Sehat: Air PAM Jaya Kurangi Beban Warga
- Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Sekda DKI: Momentum Perkuat Persatuan Warga
- Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal JKB Jadi Ajang Strategi Jaga NKRI
- Di Balik Gugurnya Prajurit TNI, Kritik Muhammad Husein Menyasar Arah Diplomasi Indonesia
- Budi Mulyawan Desak Penataan Total Perfilman Indonesia Lewat Jakarta Millennial Film Festival 2026
- Iran Tegaskan Dukungan ke Hizbullah, Kirim Pesan Langsung ke Sekjen Baru
- Data DBD Dinilai Bias, Rekan Indonesia DKI: Kita Melawan Wabah Dengan Peta Yang Salah
Peringatan Malam Nuzulul Qur,an di Masjid Al-Mutaqien Hadirkan Penceramah Kondang KH. Agus Subhan

Keterangan Gambar : Kyai Kondang Asal Kalibata, KH. Agus Subhan di Masjid Al Mutaqin
BERNUSA.COM: Malam Nuzulul Qur'an diperingati oleh umat Islam setiap malam 17 Ramadhan, hal ini merupakan peristiwa penting dan bersejarah bagi umat Islam, selain untuk memperkuat keimanan dan keislaman yang termaktub dalam lembaran suci yang berjumlah 6666 ayat, yang diturunkan Allah SWT, melalui malaikat Jibril kepada baginda Nabi Muhammad SAW, secara berangsur-angsur dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Syakur Sahroni, Ketua Masjid Al Mutaqien menyampaikan laporan, telah mengagendakan kegiatan selama bulan Ramadhan 1447 H, diantaranya program OPUS, Obrolan Puasa yang dilaksanakan setiap ahad sore dan bukber setiap hari jelang maghrib. Pada peringatan malam Nuzulul Qur'an tahun ini, menghadirkan KH. Agus Subhan salah satu penceramah kondang asal Kalibata, dengan harapan menambah ghirah dan semangat ibadah terawih.

Baca Lainnya :
Kyai Agus Subhan dalam ceramahnya mengingatkan jama'ah untuk membaca Alqur"an secara tartil, baik dan benar, tidak ngasal dan mengajak jama'ah terus bermajlis ilmu, kalo mau disebut manusia maka harus hadir di majlis ilmu dan untuk mendapatkan nilai pahala yang unlimited tidak terhitung pada fase pertengahan di bulan Ramadhan.
"Jika mau membaca Alqur'an harus sopan, hormati Alqur'an, karena isinya ayat ayat suci dan firman ftrman Allah SWT, sesorang yang membacannya sesungguhnya orang tersebut pada hakekatnya sedang berkomunikasi dengan Allah yang Maha Kuasa. Jangan sembarangan pakai baju, harus yang rapih, bersih dan menghadap kiblat" nasehatnya

" Apalagi kalo kita akan mendirikan shalat, jangan asal nutup aurat walaup sah, nanti jadi perhatian orang , pakailah pakaian yang terbaik dan sopan, seperti kita akan menghadap pejabat atau saat kita mau kondangan pasti rapih dan wangi" pungkasnya
Selesai tausiyah, jama'ah kembali meneruskan shalat sunah witir 3 rakaat, dengan 2 rakaat salam dan 1 rakaat salam plus membaca qunut. setelah sebelumnya melaksanakan shalat terawih sebanyak 20 rakaat dengan imam shalat untuk hari itu, ustad Ishak Budilah, dilanjukan wirid dan doa witir, untuk diketahui memasuki hari yang ke -17 tampak shaf semakin maju ke depan.
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

