- REKAN Indonesia Dorong Kolaborasi Pengentasan Penyakit Mematikan di Jakarta Utara
- Rekan Indonesia Kota Bekasi Temani Perjuangan Pasien Infeksi Kantong Kemih.
- Ratusan Buruh Kepung Kemenaker, Desak Pemerintah Hentikan Gelombang PHK Nasional
- Polres Gresik Libatkan Ratusan Personel Layanan Pengamanan Haul Habib Abu Bakar Assegaf ke-71
- IPDA Zulhamsyah Putra Resmi Dilantik, Sosok Polisi Humanis Kebanggaan Polda Kepri
- Bupati Pimpin Apel Pagi, Jadi Momentum Penguatan Kinerja Aparatur Dinas PUPR
- FGD Indeks Ketahanan Daerah 2026 Jadi Wadah Validasi Data Ketahanan Daerah
- Sertijab Walikota Jaksel, Syafrin Liputo: Kita Adalah Pelayan Masyarakat
- Humas Polres Lingga Bersama IJTI Kepri Ajak Santri Berkreasi Melalui Lomba Hari Bhayangkara ke-80
- Di Tengah Lonjakan Utang Global, SBY Tekankan Keseimbangan Pertumbuhan dan Keberlanjutan
REKAN Indonesia Dorong Kolaborasi Pengentasan Penyakit Mematikan di Jakarta Utara

Keterangan Gambar : Diskusi Publik Rekan Indonesia Jakarta Utara
Bernusa.com, JAKARTA– Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia menggelar Diskusi Publik bertajuk "Kolaborasi Dalam Upaya Pengentasan Penyakit Mematikan di Jakarta Utara" pada Kamis (4/6/2026) pukul 13.30 WIB di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Jakarta Utara.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan kesehatan, mulai dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, puskesmas, hingga RSUD kecamatan, sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan penyakit tidak menular yang masih tinggi di wilayah perkotaan.
Diskusi publik dipandu oleh Ketua KPW REKAN Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan, yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, fasilitas layanan kesehatan, BPJS Kesehatan, serta organisasi masyarakat sipil dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
Baca Lainnya :
- Rekan Indonesia Kota Bekasi Temani Perjuangan Pasien Infeksi Kantong Kemih.0
- Mobil MBG Seruduk Siswa SDN 01 Cilincing, Belasan Anak Luka-Luka0
Hadir sebagai narasumber, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, dr. Murniasi Hutapea, MPH, yang memberikan apresiasi terhadap inisiatif REKAN Indonesia dalam menginisiasi forum dialog kesehatan tersebut.
“Kami mengapresiasi Relawan Kesehatan Indonesia yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.”
Dalam paparannya, dr. Murniasi menyoroti tingginya risiko penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus, yang dikenal sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
“Salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian serius adalah diabetes melitus, yang sering disebut sebagai silent killer karena dapat memicu berbagai komplikasi pada organ tubuh. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, gangguan penglihatan, hingga amputasi.”
Ia menegaskan bahwa pencegahan menjadi kunci utama dalam menekan dampak penyakit tersebut.
“Karena itu, deteksi dini, pengobatan yang teratur, dan pola hidup sehat menjadi kunci penting untuk mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”
Selain itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Utara, Yayak Nugroho, turut memaparkan berbagai jenis penyakit yang tergolong silent killer dan masih menjadi beban utama kesehatan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa penyakit jantung, diabetes melitus, hipertensi, kanker, stroke, hingga tuberkulosis (TB) merupakan kondisi yang kerap tidak disadari sejak awal namun berpotensi menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat.
“Penyakit jantung, diabetes, hipertensi, kanker, stroke, hingga tuberkulosis merupakan penyakit yang membutuhkan perhatian serius. Sebagian besar kasus ditemukan ketika kondisinya sudah cukup lanjut karena masyarakat sering kali tidak menyadari gejala awal yang muncul.”
Ia menekankan bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah paling efektif dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit-penyakit tersebut.
“Kunci utama pengendalian penyakit silent killer adalah deteksi dini, pemeriksaan kesehatan secara rutin, kepatuhan berobat, serta penerapan pola hidup sehat. Semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar peluang untuk dikendalikan dan mencegah komplikasi yang lebih berat.”
Lebih lanjut, Yayak menegaskan bahwa pengentasan penyakit mematikan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang kuat dan berkesinambungan.
“Pengentasan penyakit mematikan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat edukasi kesehatan, memperluas akses layanan kesehatan, dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan sejak tahap pencegahan hingga pengobatan.”
Melalui diskusi publik ini, REKAN Indonesia berharap terbangun penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, BPJS Kesehatan, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas dalam upaya mempercepat pencegahan, deteksi dini, serta penanganan penyakit mematikan di Jakarta Utara.
_-_Copy.png)







_(1).png)

