- Infrastruktur Terus Dikebut, TMMD Depok Optimistis Selesai Tepat Waktu
- RSUD Tarakan Menuju 39 Tahun: Menguat di Tengah Lonjakan Layanan Kesehatan Ibu Kota
- Makalah Sedekah dan Hibah Tugas Kampus Alhikmah Jakarta
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama
- Kado Bulan K3, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum
- Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia
- Relawan ILS Berencana Menambal Jalan Berlubang di Kemasan Krian
WPO Luncurkan Inisiatif Desa ReDam untuk Perkuat Rekonsiliasi dan Perdamaian

Keterangan Gambar : Dr. Bambang Herry Purnomo, SH., MH, Presiden World Peace Organization (WPO).
JAKARTA – Presiden World Peace Organization (WPO), Dr. Bambang Herry Purnomo, SH., MH., menghadiri peluncuran inisiatif ReDam Village atau Desa Rekonsiliasi dan Damai di Manggarai, Jakarta Selatan. Program ini menjadi langkah strategis Kementerian Hak Asasi Manusia dalam membangun pusat edukasi nilai-nilai HAM dan perdamaian di wilayah rawan konflik.
Desa ReDam dirancang untuk memulihkan dan merekonsiliasi daerah-daerah yang memiliki potensi konflik dengan menanamkan kembali nilai-nilai hak asasi manusia serta memperkuat budaya damai. Peluncuran program tersebut turut dihadiri Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai; Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar; Camat Tebet, Dyan Airlangga; Lurah Manggarai, Arafat; pejabat HAM daerah; serta para petinggi WPO, termasuk Sekjen Dr. Mari Paus dan Wakil Presiden Dr. Himawan.
Kementerian HAM berencana melakukan pemetaan wilayah rawan konflik di seluruh Indonesia dan memberikan pendampingan selama 3–5 tahun untuk mencapai rekonsiliasi berkelanjutan. Manggarai dipilih sebagai lokasi perdana karena memiliki sejarah panjang terkait beberapa insiden konflik sosial.
Baca Lainnya :
- WPO Launches ReDam Village Initiative to Promote Peace0
- KRT Romo Asun Gotama, Deputy VP for Finance and Budgeting, Installs Majubuthi South Sumatra Leadership0
Dalam sambutannya, Presiden WPO menegaskan bahwa “Perdamaian lebih bermartabat daripada konflik apa pun, sekalipun dianggap adil” (Pax dignior est quam quivis conflictus quantumvis iustus sit). Ia menyebut gagasan pembentukan Desa ReDam oleh Menteri HAM Natalius Pigai sebagai langkah visioner yang patut didukung penuh.
Dr. Bambang Herry Purnomo juga menyoroti absennya kehadiran negara dalam penanganan persoalan HAM di masa lalu, yang menurutnya harus menjadi bahan evaluasi serius dan diperbaiki melalui kebijakan yang lebih komprehensif. WPO berkomitmen mendukung penuh implementasi Desa ReDam hingga tuntas, termasuk menyediakan dukungan teknologi untuk memperkuat upaya Kementerian HAM dalam membangun perdamaian.
Acara peluncuran berlangsung di The Grand Platinum Hotel Jakarta. (Don)
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

