- PRSI Sumut Perkuat Edukasi Teknologi Lewat Program Robotika Untuk Negeri di Nias
- Dangdut Pecah di Halal Bihalal Sidoarjo Damai Bersatu, Warga Gedangan Bergoyang Tanpa Henti
- DPR Soroti Minimnya Dukungan Negara, Studio Alam Gamplong Jadi Simbol Perjuangan UMKM Kreatif
- Lebih Hemat, Lebih Sehat: Air PAM Jaya Kurangi Beban Warga
- Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Sekda DKI: Momentum Perkuat Persatuan Warga
- Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal JKB Jadi Ajang Strategi Jaga NKRI
- Di Balik Gugurnya Prajurit TNI, Kritik Muhammad Husein Menyasar Arah Diplomasi Indonesia
- Budi Mulyawan Desak Penataan Total Perfilman Indonesia Lewat Jakarta Millennial Film Festival 2026
- Iran Tegaskan Dukungan ke Hizbullah, Kirim Pesan Langsung ke Sekjen Baru
- Data DBD Dinilai Bias, Rekan Indonesia DKI: Kita Melawan Wabah Dengan Peta Yang Salah
Elva PSI Bicara Pentingnya Psikolog Anak dan Guru Bimbingan Konseling di Jakarta

Keterangan Gambar : Elva, Anggota DPRD DKI Jakarta
BERNUSA.COM: JAKARTA, 6 Maret 2026, Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi E terhadap Pra-Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyuarakan perlunya psikolog sebagai pendamping anak-anak di panti-panti sosial dan anak.
“Saya sudah pernah sampaikan ini sebelumnya, saya agak concern di panti sosial dan di panti anak. Itu mohon, mungkin di sini saya nggak tahu sudah masuk atau belum di Ranwal (Rencana Awal) 2027 itu perihal psikolog anak,” ucap Elva kepada mitra kerja Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada hari Rabu (4/3/2026) lalu.
Ia beralasan bahwa anak-anak yang ia temui baik di panti sosial maupun panti anak sangat bersemangat untuk menceritakan perasaan-perasaannya, tetapi kerap tidak mendapatkan lawan berbicara yang bisa mendengarkannya dengan baik.
Baca Lainnya :
“Karena saya beberapa kali kunjungan ke sana, anak-anak ini attached sekali. Jadi, mereka ketika ada orang baru begitu ya, mereka itu sangat bersemangat dan langsung bercerita,” sambungnya.
Adapun Raker Komisi E mengenai Pra-RKPD itu turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin. Menurut Elva wajar apabila anak-anak yang masih muda ingin bercerita dan didengar oleh orang-orang dewasa.
“Dan memang kan usia anak-anak di panti asuhan ini adalah usia-usia di mana mereka butuh sosok yang jadi pengasuh. Oleh karena itu, saya pikir ini penting ada psikolog anak yang stand-by di panti asuhan anak Pak,” imbuh Elva mendorong agar Pemprov DKI Jakarta dapat menghadirkan psikolog anak yang bisa tinggal di panti-panti sosial dan anak.
Tidak hanya menyangkut panti-panti sosial dan anak saja, Elva juga mempertanyakan apakah Disdik DKI Jakarta sudah berencana untuk meningkatkan kapasitas guru-guru bimbingan konseling (BK).
“Di RKPD 2027 ini apakah sudah masuk juga program peningkatan kapasitas guru BK,” ucapnya mengutarakan bahwa kehadiran guru BK penting untuk perkembangan siswa-siswa di sekolah.
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

