- DSN MUI Kaji Kripto Syariah, RWA dan Tokenisasi Sukuk Jadi Perhatian
- Gus Nuril Serahkan Tongkat Nagasari kepada Gus Radit, Simbol Estafet Kepemimpinan PBM
- FLOQ dan Telkomsel Jajaki Perluasan Akses Aset Digital
- Kementerian PU Bersama PTPP Tangani 31 Titik Longsoran di Sumatera Utara, Progres Lampaui Target
- BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin, Perkuat Keimanan dan Silaturahmi Pekerja
- Kredit BNI Tembus Rp992,5 Triliun, Pengguna wondr by BNI Capai 16,6 Juta
- BRI BO Wonosari Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan bagi Nasabah Pensiunan
- Presscon Tomohon Jazz Festival 2026
- BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Dorong Digitalisasi UMKM Pasar Kranggan Melalui QRIS, Transaksi Belanja Makin Praktis
- Rizky Ridho Kritik Rumput JIS: Sulit Kejar Target Juara
Elva PSI Bicara Pentingnya Psikolog Anak dan Guru Bimbingan Konseling di Jakarta

Keterangan Gambar : Elva, Anggota DPRD DKI Jakarta
BERNUSA.COM: JAKARTA, 6 Maret 2026, Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi E terhadap Pra-Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyuarakan perlunya psikolog sebagai pendamping anak-anak di panti-panti sosial dan anak.
“Saya sudah pernah sampaikan ini sebelumnya, saya agak concern di panti sosial dan di panti anak. Itu mohon, mungkin di sini saya nggak tahu sudah masuk atau belum di Ranwal (Rencana Awal) 2027 itu perihal psikolog anak,” ucap Elva kepada mitra kerja Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada hari Rabu (4/3/2026) lalu.
Ia beralasan bahwa anak-anak yang ia temui baik di panti sosial maupun panti anak sangat bersemangat untuk menceritakan perasaan-perasaannya, tetapi kerap tidak mendapatkan lawan berbicara yang bisa mendengarkannya dengan baik.
Baca Lainnya :
“Karena saya beberapa kali kunjungan ke sana, anak-anak ini attached sekali. Jadi, mereka ketika ada orang baru begitu ya, mereka itu sangat bersemangat dan langsung bercerita,” sambungnya.
Adapun Raker Komisi E mengenai Pra-RKPD itu turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin. Menurut Elva wajar apabila anak-anak yang masih muda ingin bercerita dan didengar oleh orang-orang dewasa.
“Dan memang kan usia anak-anak di panti asuhan ini adalah usia-usia di mana mereka butuh sosok yang jadi pengasuh. Oleh karena itu, saya pikir ini penting ada psikolog anak yang stand-by di panti asuhan anak Pak,” imbuh Elva mendorong agar Pemprov DKI Jakarta dapat menghadirkan psikolog anak yang bisa tinggal di panti-panti sosial dan anak.
Tidak hanya menyangkut panti-panti sosial dan anak saja, Elva juga mempertanyakan apakah Disdik DKI Jakarta sudah berencana untuk meningkatkan kapasitas guru-guru bimbingan konseling (BK).
“Di RKPD 2027 ini apakah sudah masuk juga program peningkatan kapasitas guru BK,” ucapnya mengutarakan bahwa kehadiran guru BK penting untuk perkembangan siswa-siswa di sekolah.
_-_Copy.png)









_(1).png)
