DPR Soroti Minimnya Dukungan Negara, Studio Alam Gamplong Jadi Simbol Perjuangan UMKM Kreatif

By Achmad Soleh 04 Apr 2026, 17:29:50 WIB Daerah
DPR Soroti Minimnya Dukungan Negara, Studio Alam Gamplong Jadi Simbol Perjuangan UMKM Kreatif

Keterangan Gambar : Poto istimewa


BERNUSA.COM, Yogyakarta — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djoyohadikusumo, menegaskan pentingnya dukungan nyata pemerintah terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor ekonomi kreatif. Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja ke Studio Alam Gamplong, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (2/4/2026) kemarin.

Menurutnya, Studio Alam Gamplong merupakan contoh nyata bagaimana pelaku ekonomi kreatif mampu berkembang secara mandiri tanpa dukungan anggaran negara. Ia menilai kondisi tersebut menjadi ironi, mengingat besarnya potensi lokasi tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Ini adalah bukti nyata pelaku UMKM ekonomi kreatif yang berdiri tanpa bantuan satu rupiah pun dari negara. Sangat disayangkan jika pemerintah tidak memberikan dukungan, baik dari sisi promosi, pendanaan, maupun aspek lainnya,” tegas Saraswati.

Baca Lainnya :

Ia menjelaskan, keberadaan Studio Alam Gamplong memiliki efek berganda (multiplier effect) yang luas. Tak hanya menggerakkan sektor ekonomi kreatif, tetapi juga turut mendorong sektor lain seperti kuliner dan kriya.

“Konsep seperti ini sudah banyak berkembang di luar negeri. Tapi di Indonesia, ini menjadi sesuatu yang luar biasa karena dibangun oleh pelaku lokal,” ujarnya.

Saraswati juga menyoroti persoalan keberlanjutan (sustainability) dalam pengembangan kawasan tersebut. Meski sempat diresmikan oleh Joko Widodo, menurutnya perhatian lanjutan dari pemerintah masih minim.

“Kita melihat ada persoalan keberlanjutan. Padahal ini benar-benar dari rakyat untuk rakyat,” ungkapnya.

Ia pun mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengidentifikasi kebutuhan mendasar yang masih menjadi kendala, seperti promosi, akses pembiayaan, hingga infrastruktur. Salah satu yang disorot adalah kondisi jalan menuju lokasi yang masih perlu perbaikan.

“Kalau tidak bisa dari anggaran, setidaknya dukungan lain seperti infrastruktur harus diperhatikan. Ini juga destinasi wisata yang berpotensi menarik investasi dan wisatawan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari fungsi DPR, Komisi VII disebut akan terus menjalankan peran pengawasan, legislasi, dan penganggaran guna memastikan ekosistem ekonomi kreatif mendapatkan dukungan optimal.

Sementara itu, sutradara dan produser film Hanung Bramantyo menyambut baik kunjungan Komisi VII DPR RI ke lokasi tersebut. 

Ia menilai kehadiran para legislator menjadi momentum penting untuk memperlihatkan realitas kerja pelaku industri kreatif, khususnya perfilman.

“Sangat mengharukan sekali, kedatangan Komisi VII DPR RI. Terima kasih Mbak Sara atas inisiatifnya untuk melihat langsung bagaimana kami bekerja di industri kreatif, terutama film,” ujar Hanung.

Ia juga mengungkapkan, awal mula pengembangan Studio Alam Gamplong berangkat dari kolaborasi dengan pemerintah desa setempat. 

Kawasan tersebut awalnya digunakan sebagai lokasi syuting, namun kemudian berkembang menjadi destinasi wisata setelah viral di masyarakat.

“Awalnya untuk syuting, tapi ternyata masyarakat yang datang membuat tempat ini berkembang. Dampaknya terasa langsung ke ekonomi warga,” jelasnya.

Mengusung konsep arsitektur era 1800 hingga 1950, Studio Alam Gamplong kini menawarkan pengalaman wisata sejarah yang unik bagi pengunjung.

“Saya ingin orang yang datang ke sini merasakan bagaimana kehidupan masa lalu. Itu pengalaman yang ingin kami tawarkan,” pungkasnya. (AS/BN).