Iran Tegaskan Dukungan ke Hizbullah, Kirim Pesan Langsung ke Sekjen Baru

By Agung Nugroho 03 Apr 2026, 10:07:26 WIB Internasional
Iran Tegaskan Dukungan ke Hizbullah, Kirim Pesan Langsung ke Sekjen Baru

Keterangan Gambar : Ayatullah Ali Khamenei


TEHERAN — Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, mengirimkan pesan langsung kepada Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Dalam pesan tersebut, Khamenei menegaskan bahwa Iran akan tetap konsisten mendukung apa yang disebut sebagai “poros perlawanan” terhadap Amerika Serikat dan Israel. Dukungan itu, menurut dia, bukan hanya bersifat politik, tetapi juga mencerminkan komitmen ideologis yang telah lama dibangun antara Teheran dan Hizbullah.

“Kami akan terus mendukung perlawanan,” demikian inti pesan yang disampaikan kepada Qassem, sebagaimana dikutip sejumlah media Iran.

Baca Lainnya :

Selain menegaskan dukungan, Khamenei juga menyoroti pentingnya keteguhan Hizbullah dalam menghadapi tekanan eksternal. Ia menyebut posisi kepemimpinan Qassem saat ini berada dalam fase krusial, seiring dinamika konflik yang terus berkembang di kawasan.

Khamenei turut menyampaikan apresiasi atas peran Hizbullah selama ini, sekaligus menegaskan kepercayaan Iran terhadap kepemimpinan Qassem. Ia menyebut pengalaman dan kapasitas Qassem sebagai faktor penting dalam menjaga kesinambungan strategi organisasi tersebut.

Pesan tersebut juga menggarisbawahi kesinambungan garis perjuangan yang sebelumnya diwakili oleh tokoh-tokoh seperti Qassem Soleimani dan Hassan Nasrallah, yang selama ini menjadi figur sentral dalam membangun jaringan aliansi Iran di kawasan.

Pengamat menilai, komunikasi langsung ini merupakan sinyal konsolidasi politik di tengah tekanan geopolitik yang meningkat. Iran, melalui pesan tersebut, tampak ingin memastikan stabilitas internal sekutunya sekaligus menjaga pengaruhnya di kawasan.

Di sisi lain, langkah ini juga berpotensi mempertegas garis konfrontasi yang telah lama terbentuk, terutama dalam konteks rivalitas Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dengan dinamika yang terus berkembang, pesan ini dipandang bukan sekadar komunikasi simbolik, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas dalam menjaga keseimbangan kekuatan di Timur Tengah.