- Infrastruktur Terus Dikebut, TMMD Depok Optimistis Selesai Tepat Waktu
- RSUD Tarakan Menuju 39 Tahun: Menguat di Tengah Lonjakan Layanan Kesehatan Ibu Kota
- Makalah Sedekah dan Hibah Tugas Kampus Alhikmah Jakarta
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama
- Kado Bulan K3, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum
- Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia
- Relawan ILS Berencana Menambal Jalan Berlubang di Kemasan Krian
Inovasi PRSI Hadir di Lahan Pertanian Bandung, Petani Kangkung Gunakan Teknologi Pengecekan Tanah
Pendampingan teknologi dilakukan untuk membantu petani menentukan kebutuhan pupuk secara tepat dan efisien

Keterangan Gambar : Tim Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) melakukan pengecekan kesuburan tanah menggunakan alat ukur di kebun kangkung kawasan Margacinta, Kota Bandung.
Bandung — Tim Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) melalui Departemen Industri, Inovasi, dan Komersialisasi yang diwakili oleh Sukotjo Bambang melakukan pendampingan teknologi kepada para petani sayur kangkung di kawasan Margacinta, Kota Bandung, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini difokuskan pada pengecekan kondisi tanah sebagai dasar penentuan dosis pupuk yang tepat sebelum proses penanaman kangkung dilakukan.
Sukotjo Bambang menjelaskan bahwa analisis tanah menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi budidaya pertanian.
Baca Lainnya :
- Melalui Tempoer, PRSI Bangun Minat Robotika dan AI di Kalangan Pelajar0
- PRSI Eksplorasi Teknologi Otomasi dan Produksi Pesawat di PTDI0
“Pengecekan tanah ini penting agar petani tidak lagi menebak-nebak kebutuhan pupuk. Dengan data yang akurat, dosis pupuk bisa disesuaikan sehingga hasil tanam lebih optimal dan biaya produksi dapat ditekan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis teknologi ini juga diharapkan dapat membantu petani menerapkan praktik pertanian yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Dengan penggunaan pupuk yang terukur, produktivitas lahan dapat meningkat tanpa menambah beban biaya yang tidak perlu.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi PRSI dalam mendukung penguatan kemandirian teknologi nasional, khususnya di sektor pertanian.
"Melalui penerapan teknologi tepat guna, kami ingin memastikan inovasi anak bangsa dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian teknologi nasional,” kata Sukotjo Bambang.
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

