- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
- Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
Kemenkop Gandeng ICMI, Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Lokal

Keterangan Gambar : acara Ramadan Leadership yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)
BERNUSA.COM, Jakarta, – Ferry Juliantono menegaskan komitmen Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam menghidupkan perekonomian kerakyatan di desa dan kelurahan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Hal tersebut disampaikan Menkop saat menjadi pembicara dalam acara Ramadan Leadership yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bertajuk
Baca Lainnya :
- Menkop Ingin Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih dan Pelatihan SDM Pendukung Dipercepat0
- Pemerintah Siapkan Bantuan Rp3 Juta bagi 200 Ribu Usaha Mikro Korban Bencana di Sumatera0
- Menkop Ajak Kospin Jasa Perkuat Pusat Distribusi Dan Ekosistem Kopdes Merah Putih0
- Wamenkop Kunjungi KDKMP Kelurahan Air Kepala Tujuh, Pastikan Dukungan dan Pendampingan Berkelanjutan0
- Wamenkop Dorong Koperasi BMTNU Bersinergi dengan 419 Kopdes yang Akan Dibangun di Bojonegoro0
“Spiritualitas, Intelektualitas, dan Kepemimpinan Strategis untuk Indonesia Berkemajuan dan Berkeadaban” di Gedung Widya Graha, Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Dalam forum tersebut, Menkop didampingi Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Harmonisasi dan Kolaborasi Ekosistem Koperasi Wahyono Suparno serta Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman. Acara ini juga dihadiri ratusan peserta serta para tokoh dan pengurus ICMI.
Turut hadir sebagai pembicara antara lain Prof. Jimly Asshiddiqie selaku Ketua Dewan Pembina ICMI, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, serta Kepala Pusat Riset Hukum BRIN Nawawi.
Koperasi Jadi Hub Ekonomi Desa
Ferry menekankan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi instrumen untuk menegakkan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan perekonomian disusun berdasarkan asas kekeluargaan.
“Artinya, koperasi bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi alat untuk menegakkan keadilan sosial dan memperkuat ketahanan pangan di seluruh wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai hub ekonomi lokal yang menyerap hasil produksi anggota, mengelola distribusi, serta menjalankan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk desa.
Unit usaha koperasi meliputi gerai sembako, layanan obat murah dan klinik, unit simpan pinjam, pergudangan, distribusi logistik, hingga pengembangan sektor potensial seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata.
“Intinya, koperasi menjadi pusat layanan ekonomi yang lengkap dan dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
ICMI Didorong Bangun Pabrik Desa
Dalam kesempatan tersebut, Menkop juga mendorong ICMI untuk berkolaborasi secara konkret dengan membangun unit-unit produksi berbasis desa.
“Nah, teman-teman ICMI sekarang rembukan bikin rapat khusus, bagaimana bikin proposal bisnis, bikin pabrik kecap, bikin pabrik sabun, bikin pabrik sampo, sambal, dan segala macam. Silakan, kami akan salurkan produk ICMI di gerai-gerai yang dimiliki Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
Menurut Ferry, melalui skema Hub Kopdes Merah Putih di tingkat kabupaten/kota, produk anggota dapat dipasarkan ke BUMN, swasta, koperasi lain, dan industri dengan dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan.
Skema ini dinilai memberikan kepastian pasar bagi anggota sekaligus menjaga perputaran dana tetap berada di desa.
Transformasi Sosial: Dari PKH ke Pelaku Usaha
Lebih jauh, Menkop menegaskan bahwa koperasi desa bukan sekadar entitas bisnis, tetapi mesin transformasi sosial. Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang sebelumnya hanya menerima bantuan sosial diarahkan menjadi pelaku usaha mandiri dan produktif melalui keterlibatan aktif dalam ekosistem koperasi.
Bantuan sosial, lanjutnya, harus menjadi instrumen pemberdayaan agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mampu naik kelas secara ekonomi.
“Sinergi ini menjaga perputaran dana tetap di desa, memperkuat ekonomi lokal, dan membuka peluang usaha baru secara berkelanjutan,” kata Ferry.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Kemenkop optimistis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi fondasi utama dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.(AS/JO).
_-_Copy.png)









_(1).png)
