- Tak Sekadar Jual Beli, Pasar di Jakarta akan Disulap Jadi Ruang Publik Modern
- PB PRSI Audiensi dengan Wagub Jabar, TechnoFest 2026 Jadi Agenda Unggulan Penguatan Robotika
- Penguatan HAM bagi Aparatur Negara Dinilai Jadi Amanat Konstitusi, Bukan Sekadar Pilihan
- Bau Mafia Cukai Kian Menyengat! AMI Tekan KPK Usai Periksa Pengusaha Rokok
- Wamenkop Tekankan Kolaborasi Koperasi Eksisting Jadi Kakak Asuh Kopdes Dalam Pembiayaan Mikro
- 72 Siswa Diduga Keracunan MBG, Justin Adrian PSI: Proses Hukum Harus Dijalankan!
- AMC Group Bersama Dr. Andre Yulius Tegaskan Nilai Kasih dan Solidaritas di Paskah 2026
- Keluarga Besar KJJT Berduka, Ketua Umum KJJT Jawa Timur Wafat
- Polemik JAKI: Ketika Kritik DPRD Keras, Tapi Tak Tepat Sasaran
- Halal Bihalal Warga Bukit Cikasungka Perkuat Silaturahmi Dan Kebersamaan Pasca-Ramadhan
PB PRSI Audiensi dengan Wagub Jabar, TechnoFest 2026 Jadi Agenda Unggulan Penguatan Robotika
Didukung Pemprov Jabar, TechnoFest 2026 diproyeksikan menjadi ajang penguatan talenta robotika dan inovasi teknologi muda.

Keterangan Gambar : Momen audiensi PB PRSI bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, di Gedung Sate, membahas kolaborasi pengembangan robotika dan pelaksanaan TechnoFest Jawa Barat 2026.
Bandung – Pengurus Besar Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PB PRSI) melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate, pada Senin (6/4/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog konstruktif. Wakil Gubernur Jawa Barat yang didampingi oleh tenaga ahli, Deni Hidayat dan Syamsul Rizal bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima delegasi PRSI yang hadir untuk membahas berbagai peluang kolaborasi strategis dalam penguatan literasi digital serta pengembangan ekosistem robotika dan kecerdasan buatan (AI) di Jawa Barat.
Baca Lainnya :
- PRSI Sumut Perkuat Edukasi Teknologi Lewat Program Robotika Untuk Negeri di Nias0
- Wasekjen PRSI Muhamad Ied Silaturahmi Idul Fitri ke Balai Kota DKI Jakarta0
- PRSI Sumut Dorong Generasi Nias Melek Teknologi Lewat Program Robotika untuk Negeri0
- Dari Sekolah ke Pesantren, PRSI Kembangkan Ekosistem STEAM Berbasis Robotika0
- PRSI Bangka Belitung Bangun Kebersamaan Komunitas Lewat Kegiatan Ngabuburit0
Dari pihak PB PRSI, audiensi dihadiri oleh Riksa Rifqi Fuadi selaku Ketua Delegasi sekaligus Kepala Departemen Hubungan Eksternal dan Kemitraan, Lukman Abdul Fatah selaku Dewan Pakar, serta Almer Barra Muhammad dari Bidang Kesekretariatan. Turut hadir pula perwakilan PRSI Jawa Barat, yakni Raden Aries Sofwan Zarkasih selaku Ketua Formatur, Agus Taman sebagai Kepala Bidang Pengembangan Organisasi, Rena Susanti dari Humas dan Publikasi, serta Muhammad Iqbal Firdaus dari Divisi Tenaga Pengajar Robotika.
Audiensi yang berlangsung di Gedung Sate, Kota Bandung, tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membahas langkah-langkah strategis kolaborasi antara PRSI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong penguatan literasi teknologi serta membangun ekosistem robotika dan kecerdasan buatan di wilayah Jawa Barat.
Kerja sama ini diarahkan untuk mendorong Jawa Barat menjadi salah satu pusat inovasi dan teknologi yang berkontribusi pada pengembangan pendidikan STEM di tingkat nasional. Upaya tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi robotika ke berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, industri manufaktur, pertanian, hingga olahraga rekreasi. Langkah ini dipandang penting sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi robotika dan AI yang kini mulai merambah hampir seluruh sektor kehidupan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Delegasi PB PRSI, Riksa Rifqi Fuadi, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk berdialog mengenai pengembangan teknologi robotika di daerah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wakil Gubernur Jawa Barat atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melakukan audiensi hari ini. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi PRSI untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong pengembangan robotika dan kecerdasan buatan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda,” ujar Riksa.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai bahwa provinsi Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi digital di Indonesia. Menurutnya, kekuatan demografi serta keberadaan berbagai perguruan tinggi teknik ternama menjadi modal penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
“Dengan populasi pemuda yang mencapai sekitar 12 juta orang serta keberadaan berbagai perguruan tinggi teknik ternama, Jawa Barat memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan teknologi digital. Integrasi kecerdasan buatan dan robotika menjadi sangat krusial untuk mengoptimalkan bonus demografi sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat internasional. Bahkan dalam bidang olahraga, pemanfaatan AI dapat membantu meningkatkan prestasi melalui pendekatan berbasis data dan analisis teknologi,” kata Wagub Erwan.
Dalam diskusi tersebut, PRSI juga memaparkan rencana penguatan fondasi edukasi robotika di tingkat sekolah. Melalui program nasional Robotika Untuk Negeri, PRSI mendorong agar pembelajaran robotika dapat diperkenalkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta.
Riksa Rifqi Fuadi menjelaskan bahwa program tersebut akan dilengkapi dengan pelatihan khusus bagi guru melalui skema Training of Trainers (TOT) agar tenaga pendidik memiliki kapasitas sebagai instruktur robotika yang kompeten.
“Sebagai bagian dari penguatan fondasi edukasi, kami juga memohon dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong pembelajaran robotika sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta. Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional Robotika Untuk Negeri dan akan didukung melalui pelatihan Training of Trainers bagi para guru, sehingga mereka memiliki kapasitas sebagai instruktur robotika yang kompeten. Pendekatan pembelajaran ini akan lebih menekankan praktik langsung untuk melatih pola pikir komputasi serta kemampuan problem solving siswa sejak usia dini,” jelas Riksa.
Selain membahas penguatan pendidikan robotika, pertemuan tersebut juga menyinggung agenda penyelenggaraan TechnoFest Jawa Barat 2026, yang akan digelar pada 16–17 Mei mendatang di Jatinangor. Kegiatan ini akan menghadirkan kompetisi robotik yang memperebutkan Piala Wakil Gubernur Jawa Barat, serta dilengkapi dengan pameran teknologi dan workshop untuk meningkatkan literasi teknologi di kalangan pelajar dan masyarakat.
Ajang tersebut ditargetkan diikuti oleh sekitar 400 tim dari perwakilan 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, dengan peserta mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kompetisi ini juga diproyeksikan sebagai wadah persiapan bagi talenta muda Jawa Barat untuk menghadapi kejuaraan robotika tingkat nasional yang akan digelar pada Agustus 2026 mendatang.
Menanggapi rencana tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi terhadap penyelenggaraan TechnoFest Jawa Barat 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong ekosistem inovasi teknologi di daerah.
“Kami menyambut baik dan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan TechnoFest Jawa Barat 2026. Kegiatan ini sangat positif karena dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, meningkatkan literasi teknologi, serta memperkuat ekosistem inovasi di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi tentu siap bersinergi agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan talenta teknologi di daerah,” ujar Wagub Erwan.
Melalui sinergi lintas perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan, Dispora, Diskominfo, dan Disparbud, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan diri menjadi proyek percontohan (role model) dalam pengembangan teknologi bagi provinsi lain di Indonesia.
Visi jangka panjang dari kolaborasi ini adalah mendorong transformasi Indonesia dari sekadar konsumen teknologi menjadi produsen inovasi teknologi, sebagaimana yang telah dilakukan oleh negara-negara maju. Dengan semangat kolaborasi tersebut, inovasi teknologi yang berpusat di Jawa Barat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
_-_Copy.png)





_(1).png)

.jpg)

