Tak Sekadar Jual Beli, Pasar di Jakarta akan Disulap Jadi Ruang Publik Modern

By Achmad Soleh 07 Apr 2026, 11:17:30 WIB DKI Jakarta
Tak Sekadar Jual Beli, Pasar di Jakarta akan Disulap Jadi Ruang Publik Modern

Keterangan Gambar : Pasar tradisional yang akan direvitalisasi.


BERNUSA.COM, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai langkah besar dalam menata pasar rakyat melalui revitalisasi Pasar Gardu Asem di Kemayoran, Jakarta Pusat, serta pembangunan Pasar Kramat Jaya di Cilincing, Jakarta Utara.

Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pasar tradisional yang lebih modern, tertata, dan mampu berfungsi sebagai penggerak ekonomi sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pasar tradisional memiliki peran strategis dalam kehidupan warga Jakarta. Oleh karena itu, pembenahan tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas layanan hingga sistem transaksi digital.

Baca Lainnya :

“Jakarta akan terus merapikan pasar-pasar tradisional. Dari total 153 pasar, saat ini lebih dari 60 pasar sudah menerapkan sistem pembayaran digital secara penuh. Dengan demikian, pasar menjadi lebih rapi, nyaman, dan aman,” ujar Pramono dalam keterangannya, pada Senin (6/4/2026).

Revitalisasi Pasar Gardu Asem dilakukan di atas lahan seluas 1.735 meter persegi. Sebanyak 79 pedagang direlokasi sementara ke Pasar Nangka Bungur selama proses pembangunan berlangsung. 

Nantinya, pasar ini akan memiliki 80 kios dan 128 los dengan kapasitas total hingga 208 pedagang.

Sementara itu, Pasar Kramat Jaya dibangun di atas lahan baru seluas 2.617 meter persegi. Pasar ini dirancang memiliki 49 kios dan dilengkapi fasilitas olahraga di lantai dua, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik multifungsi bagi warga sekitar.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menyampaikan bahwa kedua pasar akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti musala, toilet umum dan toilet disabilitas, ruang laktasi, area parkir, hingga sistem keamanan berbasis CCTV.

Selain itu, pasar juga akan didukung jaringan air dari PAM Jaya, panel surya, hydrant, serta tempat pembuangan sampah sementara guna menunjang operasional yang lebih ramah lingkungan dan aman.

Pasar Gardu Asem ditargetkan rampung dalam waktu 11 bulan atau pada akhir Maret 2027. Sementara Pasar Kramat Jaya ditargetkan selesai dalam waktu delapan bulan atau akhir Januari 2027.

Pemprov DKI Jakarta berharap revitalisasi ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah, BUMD, pedagang, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pasar yang lebih representatif, modern, serta mampu meningkatkan kesejahteraan warga.(AS/BN).