- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
- Bangkit dari Mati Suri, Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia

Keterangan Gambar : Arief Nasarudin, Dirut PAM Jaya
Bernusa.com. Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa arah pembangunan ibu kota kini tidak lagi berorientasi pada persaingan dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan dengan berbagai kota besar dunia. Untuk mencapai target masuk 50 besar kota global pada 2030, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta layanan dasar menjadi prioritas utama.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Diskusi Sersan (Serius Tapi Santai) Aktivis Jakarta bertema "Akselerasi Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global" yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Direktur Utama PT PAM Jaya (Perseroda), Arief Nasrudin, yang menjadi salah satu narasumber dalam diskusi tersebut menambahkan, penyediaan air minum yang aman dan berkualitas merupakan salah satu fondasi penting bagi sebuah kota global.
Baca Lainnya :
- Peran Strategis Dinas PPKUKM DKI Jakarta di Tengah Krisis Ekonomi Global0
- GMNI DKI Tuntut Kemenhan-TNI: Jangan Lindungi Kolonel Koruptor!0
- Arief Nasrudin Paparkan Transformasi PAM JAYA di Forum Investor Daily, Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan0
- Di Balik Bau Kaporit Air PAM: Antara Kekhawatiran dan Fakta0
- Permudah Akses Warga Ciracas-Rambutan, Jembatan Pule Ciracas Kembali Beroperasi0
Menurut Arief, hingga saat ini cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta telah mencapai 82 persen, setara dengan sekitar 1,2 juta sambungan rumah atau hampir 9 juta penduduk.
"Capaian ini menunjukkan bahwa akses air bersih di Jakarta terus mengalami peningkatan. Air minum yang layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus indikator penting bagi daya saing sebuah kota global," ujarnya.
Arief menjelaskan, peningkatan cakupan layanan tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta, baik melalui percepatan proses perizinan, penguatan regulasi, maupun sinergi lintas instansi dalam pembangunan jaringan perpipaan.
"Ketika dukungannya bukan hanya sekadar dukungan bicara, tetapi juga dukungan aturan dan berbagai bentuk dukungan lainnya, akhirnya semangatnya menjadi sama," kata Arief.
Ia optimistis kolaborasi yang kuat antara PAM Jaya dan Pemprov DKI Jakarta akan mempercepat terwujudnya target layanan air minum perpipaan yang menjangkau seluruh warga Jakarta.
"Saat ini cakupannya sudah 82 persen, setara dengan sekitar 1,2 juta sambungan rumah. Kalau jumlah jiwa yang kami layani sudah hampir 9 juta orang," tuturnya.
Melalui penguatan layanan dasar, termasuk penyediaan air bersih yang merata, Pemprov DKI Jakarta berharap transformasi Jakarta menuju kota global tidak hanya tercermin dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup seluruh warganya.
_-_Copy.png)









_(1).png)
