- Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
- Depot Bu Rudy Resmikan Sertifikat Halal Cabang Ke-6 Di Harbour City Nine Surabaya
- Transformasi Besar Stasiun Gambir Dimulai, KAI Investasi Rp1 Triliun dari Dana Internal
- Heikal Safar SH Dukung TNI Menolak Backingin Koruptor.!! Saat Polisi Geledah 12 Lokasi Terkait 3 Kasus Korupsi Raksasa
- Maman Abdurrahman: AI Bukan Lagi Masa Depan, Kini Jadi Kebutuhan UMKM Indonesia
- Walikota Munjirin Resmikan Bank Sampah Pintar Kemilau, Perkuat Gerakan Pilah Sampah di Pulo Gadung
- Partai Buruh Jogyakarta Sambangi Akademisi UGM, Bahas Arah Kebijakan UU Ketenagakerjaan
- Dirut PAM JAYA: Infrastruktur Air Tangguh Jadi Kunci Ketahanan Air Nasional
- Dosen Hukum Trisakti: Anggota DPRD DKI HK Ancam Polisi Bisa Diproses Pidana
- Peran Strategis Dinas PPKUKM DKI Jakarta di Tengah Krisis Ekonomi Global
Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia

Keterangan Gambar : Arief Nasarudin, Dirut PAM Jaya
Bernusa.com. Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa arah pembangunan ibu kota kini tidak lagi berorientasi pada persaingan dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan dengan berbagai kota besar dunia. Untuk mencapai target masuk 50 besar kota global pada 2030, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta layanan dasar menjadi prioritas utama.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Diskusi Sersan (Serius Tapi Santai) Aktivis Jakarta bertema "Akselerasi Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global" yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Direktur Utama PT PAM Jaya (Perseroda), Arief Nasrudin, yang menjadi salah satu narasumber dalam diskusi tersebut mengatakan, penyediaan air minum yang aman dan berkualitas merupakan salah satu fondasi penting bagi sebuah kota global.
Baca Lainnya :
- Peran Strategis Dinas PPKUKM DKI Jakarta di Tengah Krisis Ekonomi Global0
- GMNI DKI Tuntut Kemenhan-TNI: Jangan Lindungi Kolonel Koruptor!0
- Arief Nasrudin Paparkan Transformasi PAM JAYA di Forum Investor Daily, Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan0
- Di Balik Bau Kaporit Air PAM: Antara Kekhawatiran dan Fakta0
- Permudah Akses Warga Ciracas-Rambutan, Jembatan Pule Ciracas Kembali Beroperasi0
Menurut Arief, hingga saat ini cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta telah mencapai 82 persen, setara dengan sekitar 1,2 juta sambungan rumah atau hampir 9 juta penduduk.
"Capaian ini menunjukkan bahwa akses air bersih di Jakarta terus mengalami peningkatan. Air minum yang layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus indikator penting bagi daya saing sebuah kota global," ujarnya.
Arief menjelaskan, peningkatan cakupan layanan tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta, baik melalui percepatan proses perizinan, penguatan regulasi, maupun sinergi lintas instansi dalam pembangunan jaringan perpipaan.
"Ketika dukungannya bukan hanya sekadar dukungan bicara, tetapi juga dukungan aturan dan berbagai bentuk dukungan lainnya, akhirnya semangatnya menjadi sama," kata Arief.
Ia optimistis kolaborasi yang kuat antara PAM Jaya dan Pemprov DKI Jakarta akan mempercepat terwujudnya target layanan air minum perpipaan yang menjangkau seluruh warga Jakarta.
"Saat ini cakupannya sudah 82 persen, setara dengan sekitar 1,2 juta sambungan rumah. Kalau jumlah jiwa yang kami layani sudah hampir 9 juta orang," tuturnya.
Melalui penguatan layanan dasar, termasuk penyediaan air bersih yang merata, Pemprov DKI Jakarta berharap transformasi Jakarta menuju kota global tidak hanya tercermin dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup seluruh warganya.
_-_Copy.png)







_(1).png)

