- Rekan Indonesia Apresiasi Ketegasan Pemkot Jakpus Mencegah Pangan Berbahaya dari Sungai Kota
- Bank Jakarta Salurkan Bantuan bagi Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
- Ratusan Calon Jamaah Haji Khusus Jawa Timur Ikuti Manasik di Surabaya, Siap Berangkat ke Tanah Suci
- Ketum Organisasi Naungan KONI Diduga Tipu Pengusaha Miliaran Rupiah
- Walikota Munjirin Pimpin Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu, 320 Kg Terkumpul di Waduk Kaja
- LPDB Koperasi Percepat Desa Terang Lewat Pembiayaan PLTS Berbasis Koperasi
- Percaya Diri Ibu Hamil Menurun karena Jerawat? Simak Tips Aman Ini
- Sekjen Propindo Heikal Safar SH, Saat Di Negeri China Kenang Jenderal TNI (Purn) Alm Try Sutrisno Sebagai Negarawan Sejati Yang Wajib Ditiru Oleh Seluruh Rakyat Indonesia
- Ribuan Pekerja Terancam PHK, Serikat Buruh Desak MA Batalkan Pailit PT Dua Kuda Indonesia
- Agus Widodo dan Daniel Subianto Antar Bank Jakarta Raih Pengakuan Nasional
Rekan Indonesia Apresiasi Ketegasan Pemkot Jakpus Mencegah Pangan Berbahaya dari Sungai Kota
Ikan Sapu-Sapu Mengandung Banyak Logam Berat Dan Bakteri Ecoli

Keterangan Gambar : Ilustrasi Jangan Racuni Meja Makan Kita
Jakarta — Pemerintah Kota Jakarta Pusat mendapat apresiasi atas langkah tegas menertibkan praktik pengolahan dan penjualan ikan sapu-sapu dari Kali Ciliwung. Penindakan ini dinilai sebagai langkah penting untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya kesehatan akibat konsumsi pangan dari perairan tercemar.
Ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan, menyatakan bahwa tindakan aparat sudah tepat sebagai bentuk pencegahan dini. Ia menegaskan bahwa peredaran ikan dari sungai tercemar tidak bisa dianggap sebagai persoalan kecil.
“Ini menyangkut keselamatan publik. Ikan sapu-sapu dari perairan tercemar berpotensi membawa logam berat dan bakteri berbahaya yang bisa berdampak serius jika dikonsumsi,” ujar Tian panggilan akrab ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta.
Baca Lainnya :
- Walikota Munjirin Pimpin Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu, 320 Kg Terkumpul di Waduk Kaja0
- Percaya Diri Ibu Hamil Menurun karena Jerawat? Simak Tips Aman Ini0
- Kepemimpinan di Balik Angka: Menakar Kerja Senyap Iin Mutmainah0
- Depok Perkuat Pelayanan Warga, 18 Posyandu Enam Bidang Resmi Beroperasi di Sawangan0
- Mengubah Perang Ikan Sapu-Sapu Menjadi Kebijakan Sungai Berbasis Bukti0
Menurutnya, ikan sapu-sapu yang hidup di dasar sungai sangat rentan mengalami bioakumulasi zat berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium, serta kontaminasi limbah domestik dan industri. Jika masuk ke rantai makanan, zat tersebut dapat memicu gangguan saraf, kerusakan organ, hingga penyakit kronis.
Namun, Tian juga mengingatkan bahwa penanganan persoalan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah kota semata. Mengingat pelaku berasal dari luar wilayah DKI Jakarta, pendekatan yang lebih luas dan lintas daerah menjadi kunci.
“Ini bukan hanya soal penertiban di satu titik. Perlu ada koordinasi antarwilayah, termasuk dengan daerah asal pelaku dan jalur distribusinya. Kalau tidak, praktik seperti ini bisa terus berulang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap rantai distribusi pangan informal perlu diperkuat, terutama pada titik pengepul dan pasar, agar bahan pangan berisiko tidak masuk ke masyarakat.
“Negara harus hadir dari hulu sampai hilir. Bukan hanya menindak di lokasi, tapi juga memutus rantai distribusinya,” tegasnya.
Sebelumnya, aparat Satpol PP mengamankan sejumlah orang yang menangkap dan mengolah ikan sapu-sapu dari Kali Ciliwung untuk dijual sebagai bahan makanan. Seluruh hasil olahan telah disita dan dimusnahkan untuk mencegah peredarannya.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keamanan pangan, sekaligus menjadi peringatan bahwa tidak semua yang memiliki nilai ekonomi layak dikonsumsi.
_-_Copy.png)





_(1).png)



