- Disegel Tetapi Pembangunan Terus Berjalan, Kevin Wu Desak Usut Lapangan Padel di Aset Pemprov DKI
- Politisi Muda Partai Ummat Ridho Rahmadi Menantu Amien Rais Dikabarkan Mundur Dari Jabatan Ketua Umum DPP Partai Ummat
- AI Mulai Masuk Industri Film, Jeremias Nyangoen: Kita Tak Bisa Menolak Perkembangan Teknologi
- Robot Humanoid Mornine Kantongi Sertifikasi CE Uni Eropa, Bidik Pasar Global
- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
LPDB Koperasi Percepat Desa Terang Lewat Pembiayaan PLTS Berbasis Koperasi

Keterangan Gambar : Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman
BERNUSA.COM, Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan komitmennya dalam mempercepat elektrifikasi desa sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan koperasi sektor riil, termasuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, saat menjadi pembicara dalam Solar PV and Energy Storage Forum 2026 bertema Kopdes Merah Putih Solar PV Project: Strategic Electrification of Villages in Indonesia di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Menurut Deva, LPDB Koperasi hadir bukan sekadar sebagai lembaga penyalur dana, tetapi sebagai mitra strategis koperasi melalui pembiayaan, pendampingan, serta program inkubasi usaha. “LPDB Koperasi ingin koperasi menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus solusi atas tantangan energi di daerah,” ujar Deva.
Baca Lainnya :
- Menkop Tegaskan KDKMP Mesin Baru Penggerak Ekonomi Desa0
- Langkah Nyata Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Mimika0
- Menkop Resmikan Koperasi MCMI, Targetkan Sinergi Berbasis Masjid dan Ekonomi Lokal0
- Kemenkop Teken MoU Bersama SCO-ETEC Guna Tingkatkan Potensi Ekonomi Perikanan dan Kelautan Melalui Koperasi0
- Kemenkop Fasilitasi Pelaku Usaha Binaan Koperasi Lewat Bazaar Harmoni Ramadan 20260
Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Koperasi, LPDB memiliki mandat menyalurkan dana bergulir dari APBN kepada koperasi sehat dan produktif.
Pada 2026, LPDB menargetkan penyaluran dana sebesar Rp2,1 triliun, dengan komposisi 85 persen untuk sektor riil dan 15 persen sektor simpan pinjam.
LPDB juga menawarkan skema pembiayaan kompetitif dengan tarif layanan 6,5 persen untuk konvensional dan setara 3 persen flat untuk skema syariah. Proses pengajuan kini dipermudah melalui sistem digital e-proposal, dengan waktu persetujuan sekitar 21 hari kerja apabila seluruh persyaratan terpenuhi.
Plafon pembiayaan yang tersedia mencapai Rp500 juta hingga Rp250 miliar per koperasi, dengan tenor maksimal 10 tahun untuk investasi.
Dalam forum tersebut, Deva menyoroti pentingnya koperasi dalam mendukung elektrifikasi desa, khususnya wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Menurutnya, PLTS berbasis koperasi menjadi solusi konkret atas keterbatasan akses listrik di sejumlah daerah.
“Masih ada wilayah yang listriknya hanya menyala beberapa jam sehari. PLTS berbasis koperasi dapat meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat desa,” katanya.
LPDB juga melihat peluang besar sinergi dengan program Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan mencapai 83.000 unit di seluruh Indonesia.
Selain pembiayaan, LPDB menjalankan program inkubasi tahunan bersama perguruan tinggi dan institusi profesional selama enam bulan guna memperkuat kapasitas bisnis koperasi.
Di akhir paparannya, Deva mengajak pelaku industri, asosiasi, dan komunitas membentuk koperasi sebagai wadah kolektif untuk mengakses pembiayaan serta mengembangkan usaha di sektor energi terbarukan.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
