LPDB Koperasi Percepat Desa Terang Lewat Pembiayaan PLTS Berbasis Koperasi

By Achmad Soleh 24 Apr 2026, 23:11:17 WIB Bisnis
LPDB Koperasi Percepat Desa Terang Lewat Pembiayaan PLTS Berbasis Koperasi

Keterangan Gambar : Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman


BERNUSA.COM, Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan komitmennya dalam mempercepat elektrifikasi desa sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan koperasi sektor riil, termasuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, saat menjadi pembicara dalam Solar PV and Energy Storage Forum 2026 bertema Kopdes Merah Putih Solar PV Project: Strategic Electrification of Villages in Indonesia di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Menurut Deva, LPDB Koperasi hadir bukan sekadar sebagai lembaga penyalur dana, tetapi sebagai mitra strategis koperasi melalui pembiayaan, pendampingan, serta program inkubasi usaha. “LPDB Koperasi ingin koperasi menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus solusi atas tantangan energi di daerah,” ujar Deva.

Baca Lainnya :

Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Koperasi, LPDB memiliki mandat menyalurkan dana bergulir dari APBN kepada koperasi sehat dan produktif. 

Pada 2026, LPDB menargetkan penyaluran dana sebesar Rp2,1 triliun, dengan komposisi 85 persen untuk sektor riil dan 15 persen sektor simpan pinjam.

LPDB juga menawarkan skema pembiayaan kompetitif dengan tarif layanan 6,5 persen untuk konvensional dan setara 3 persen flat untuk skema syariah. Proses pengajuan kini dipermudah melalui sistem digital e-proposal, dengan waktu persetujuan sekitar 21 hari kerja apabila seluruh persyaratan terpenuhi.

Plafon pembiayaan yang tersedia mencapai Rp500 juta hingga Rp250 miliar per koperasi, dengan tenor maksimal 10 tahun untuk investasi.

Dalam forum tersebut, Deva menyoroti pentingnya koperasi dalam mendukung elektrifikasi desa, khususnya wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). 

Menurutnya, PLTS berbasis koperasi menjadi solusi konkret atas keterbatasan akses listrik di sejumlah daerah.

“Masih ada wilayah yang listriknya hanya menyala beberapa jam sehari. PLTS berbasis koperasi dapat meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat desa,” katanya.

LPDB juga melihat peluang besar sinergi dengan program Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan mencapai 83.000 unit di seluruh Indonesia.

Selain pembiayaan, LPDB menjalankan program inkubasi tahunan bersama perguruan tinggi dan institusi profesional selama enam bulan guna memperkuat kapasitas bisnis koperasi.

Di akhir paparannya, Deva mengajak pelaku industri, asosiasi, dan komunitas membentuk koperasi sebagai wadah kolektif untuk mengakses pembiayaan serta mengembangkan usaha di sektor energi terbarukan.(AS/BN).