Terkini
- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
- Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
Hari Kartini 2026, DWP Kemenkop Soroti Pentingnya Kesehatan Organ Dalam Perempuan

Keterangan Gambar : Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah dalam Seminar Kesehatan Organ Dalam dan Kecantikan Kulit dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 pada Rabu (22/4/2026).
BERNUSA.COM, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar Seminar Kesehatan Organ Dalam dan Kecantikan Kulit dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Kartini Masa Kini: Cantik dan Sehat Luar Dalam, Berkarya Membangun Negeri.”
Seminar tersebut menegaskan pentingnya kesehatan perempuan sebagai fondasi utama untuk terus berkarya, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menegaskan bahwa Hari Kartini bukan hanya seremoni mengenakan kebaya, melainkan momentum refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak pendidikan perempuan.
Menurut Farida, ada tiga nilai penting dari perjuangan Kartini yang relevan hingga kini, yakni semangat belajar, keberanian melawan keterbatasan, dan kemandirian perempuan.
“Yang beliau inginkan bukan baju bagus, kendaraan bagus, atau makanan enak. Yang beliau inginkan adalah bisa ikut sekolah atau minimal membaca,” ujar Farida.
Ia mengajak perempuan Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan keterampilan agar mampu bertahan dalam berbagai situasi.
“Senyaman apa pun kondisi kita, kita harus tetap belajar agar memiliki ilmu dasar hidup yang menunjang kemandirian,” tegasnya.
Sementara itu, Penasihat DWP Kemenkop, Sita Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa seminar tahun ini merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya yang membahas kesehatan mental. Tahun ini, fokus diperluas pada kesehatan fisik dan kecantikan secara holistik.
Ia juga menyoroti sosok Kartini sebagai perempuan visioner yang memiliki kesadaran tinggi terhadap gaya hidup sehat, termasuk menerapkan pola hidup vegetarian.
Selain itu, Sita mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan perempuan, terutama terkait tingginya angka kanker serviks di Indonesia yang masih menjadi ancaman serius.
Ketua DWP Kemenkop, Siti Kuwati Zabadi, menambahkan bahwa perempuan masa kini dituntut memiliki banyak talenta sekaligus fisik yang sehat dan kuat.
“Sesuai tujuan organisasi Dharma Wanita, kami ingin seluruh anggota terus meningkatkan kompetensi dan membantu menyejahterakan keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai pendamping keluarga sekaligus penjaga pilar rumah tangga dan penggerak kemajuan bangsa.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
