Terkini
- Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
- UMKM Dapat Kepastian Pajak, Kementerian UMKM Siapkan Pendampingan dan Konsultasi Gratis
- Purbaya Sesat Logika, Kenaikan Pertamax Tidak Sesederhana Soal Angkutan Barang.
- PWI Jaya dan Bank Jakarta Gelar Lomba Jurnalistik MHT 2026, Siapkan Hadiah Rp75 Juta
- Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
- Datok Udin Pelor Hadiri Pengukuhan Hulubalang, Tegaskan Pentingnya Menjaga Marwah Melayu
- Anggaran Operasional Tersendat, Sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis di Cirebon Tutup Sementara
- Panen Raya PADI 2026 Di DEMAK Perkuat Kemitraan Petani Dan Dunia Usaha Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
- Hadirkan Festival Islami dan Kegiatan Sosial, RISNU Kembali Gelar Gempita Muharram 1448 H
- Ketahanan Pangan Dimulai dari Pekarangan Lestari
Hari Kartini 2026, DWP Kemenkop Soroti Pentingnya Kesehatan Organ Dalam Perempuan

Keterangan Gambar : Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah dalam Seminar Kesehatan Organ Dalam dan Kecantikan Kulit dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 pada Rabu (22/4/2026).
BERNUSA.COM, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar Seminar Kesehatan Organ Dalam dan Kecantikan Kulit dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Kartini Masa Kini: Cantik dan Sehat Luar Dalam, Berkarya Membangun Negeri.”
Seminar tersebut menegaskan pentingnya kesehatan perempuan sebagai fondasi utama untuk terus berkarya, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menegaskan bahwa Hari Kartini bukan hanya seremoni mengenakan kebaya, melainkan momentum refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak pendidikan perempuan.
Menurut Farida, ada tiga nilai penting dari perjuangan Kartini yang relevan hingga kini, yakni semangat belajar, keberanian melawan keterbatasan, dan kemandirian perempuan.
“Yang beliau inginkan bukan baju bagus, kendaraan bagus, atau makanan enak. Yang beliau inginkan adalah bisa ikut sekolah atau minimal membaca,” ujar Farida.
Ia mengajak perempuan Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan keterampilan agar mampu bertahan dalam berbagai situasi.
“Senyaman apa pun kondisi kita, kita harus tetap belajar agar memiliki ilmu dasar hidup yang menunjang kemandirian,” tegasnya.
Sementara itu, Penasihat DWP Kemenkop, Sita Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa seminar tahun ini merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya yang membahas kesehatan mental. Tahun ini, fokus diperluas pada kesehatan fisik dan kecantikan secara holistik.
Ia juga menyoroti sosok Kartini sebagai perempuan visioner yang memiliki kesadaran tinggi terhadap gaya hidup sehat, termasuk menerapkan pola hidup vegetarian.
Selain itu, Sita mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan perempuan, terutama terkait tingginya angka kanker serviks di Indonesia yang masih menjadi ancaman serius.
Ketua DWP Kemenkop, Siti Kuwati Zabadi, menambahkan bahwa perempuan masa kini dituntut memiliki banyak talenta sekaligus fisik yang sehat dan kuat.
“Sesuai tujuan organisasi Dharma Wanita, kami ingin seluruh anggota terus meningkatkan kompetensi dan membantu menyejahterakan keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai pendamping keluarga sekaligus penjaga pilar rumah tangga dan penggerak kemajuan bangsa.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

