- PWI Jaya dan Bank Jakarta Gelar Lomba Jurnalistik MHT 2026, Siapkan Hadiah Rp75 Juta
- Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
- Datok Udin Pelor Hadiri Pengukuhan Hulubalang, Tegaskan Pentingnya Menjaga Marwah Melayu
- Anggaran Operasional Tersendat, Sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis di Cirebon Tutup Sementara
- Panen Raya PADI 2026 Di DEMAK Perkuat Kemitraan Petani Dan Dunia Usaha Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
- Hadirkan Festival Islami dan Kegiatan Sosial, RISNU Kembali Gelar Gempita Muharram 1448 H
- Ketahanan Pangan Dimulai dari Pekarangan Lestari
- Over Kapasitas 86 Persen, LPKAN Desak Pemerintah Tetapkan Status Darurat Lapas Nasional
- Permudah Akses Warga Ciracas-Rambutan, Jembatan Pule Ciracas Kembali Beroperasi
- GMNI Jakarta Laporkan Dugaan Korupsi Proyek KDMP ke Kejagung
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
BERNUSA.COM, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Kemitraan strategis antara swasta dan koperasi sangat penting untuk bekerja sama saling melengkapi kekuatan dan sumber daya yang dimiliki.
Hal itu disampaikan Menkop dalam sambutan pada Indonesia Strategic Alliance Evening 2026 yang diselenggarakan oleh RMN Rantai Makanan Sejahtera, Kadin Indonesia, dan EA GreenX di Jakarta, Selasa malam (9/6/2026). Forum ini menjadi momentum untuk mempererat kemitraan strategis sekaligus mendorong kolaborasi investasi yang berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Turut hadir dalam acara tersebut Chairman Menas Capital dan Al Sahra H.E. Khalifa Matar Khamis Al Mazrouei, Ms. Noura Khalifa Matar Khamis Al Mazrouei, Executive Chairman EA GreenX dan RMN Rantai Makanan Sejahtera Justin Joel Lim, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kerja Sama Investasi dengan Pemerintah Daerah Zulnahar Usman, serta perwakilan EA GreenX Dr. Prophol M
Baca Lainnya :
- Menkop Resmikan Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia, Wujudkan Ekonomi Berdikari0
- Menkop: Jateng Jadi Pelopor Insersi Pendidikan Perkoperasian0
- Menkop Ferry Dorong Kopdit Obor Mas NTT Jadi Kebanggaan Nasional0
- Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait Dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih0
- Wamenkop Ajak Mahasiswa UNNES Jadi Penggerak KDKMP0
"Kemitraan dan kolaborasi sektor swasta dan koperasi saling memperkuat satu sama lain. Sektor swasta berkontribusi pada inovasi, investasi, dan konektivitas pasar. Koperasi memberi ruang keterlibatan masyarakat dan partisipasi yang inklusif. Kemitraan semacam ini mulai kita lihat di berbagai sektor," kata Menkop.
Ia menjelaskan, kemitraan yang saling menguntungkan tidak hanya menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga memperkuat masyarakat, memperluas kesejahteraan, dan membangun fondasi pertumbuhan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.
Menkop menekankan posisi koperasi sebagai instrumen ekonomi yang menghubungkan kepentingan usaha dengan kepentingan masyarakat. Ketika banyak negara mencari model pembangunan yang lebih inklusif, koperasi menawarkan pendekatan yang menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi.
Bagi Indonesia, koperasi merupakan bagian penting dari struktur perekonomian nasional yang terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan ekonomi modern. Sebagai implementasi kebijakan tersebut, pemerintah mengembangkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini telah terbentuk sebanyak 83.000 badan hukum di seluruh Indonesia.
Program ini lahir dari keyakinan bahwa pembangunan ekonomi nasional tidak akan kokoh tanpa fondasi ekonomi desa yang kuat. KDKMP dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang mengintegrasikan berbagai layanan usaha sesuai kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing, sehingga mampu menghadirkan akses ekonomi yang lebih dekat, memperkuat usaha warga, dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar di daerah.
"Namun, untuk mencapai tujuan-tujuan ini, diperlukan kemitraan dan kolaborasi berbasis luas di antara semua pemangku kepentingan," kata Menkop.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kerja Sama Investasi dengan Pemerintah Daerah Zulnahar Usman mengatakan Kadin sangat mendukung berbagai program kemitraan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja. Salah satu program kemitraan yang sedang berjalan adalah kerja sama PT Energi Absolute Green X Indonesia dengan Kementerian Koperasi terkait kemandirian energi di pedesaan dan kelurahan di seluruh Indonesia.
"Kami membayangkan setiap koperasi akan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang didukung oleh pembangkit listrik tenaga surya dan energi terbarukan lainnya. Energi menjadi penggerak utama produktivitas dan kesejahteraan masyarakat," kata Zulnahar.
Melalui semangat kolaborasi global, lanjut Zulnahar, bertujuan membangun sebuah Strategic Alliance for Indonesia Sustainable Future. Sebuah aliansi yang menghubungkan modal, teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia demi menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Executive Chairman EA GreenX dan RMN Rantai Makanan Sejahtera Justin Joel Lim menilai komitmen pemerintah untuk memperkuat koperasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan menarik investasi strategis telah menciptakan peluang yang belum pernah ada sebelumnya untuk kolaborasi antara sektor publik dan swasta.
Ia menegaskan masa depan adalah milik mereka yang berkolaborasi. Tidak ada pemerintah yang dapat mencapai perubahan transformasional sendirian, begitu juga perusahaan dan investor. Ia memastikan pencapaian terbesar dalam sejarah selalu datang dari kemitraan yang dibangun di atas kepercayaan dan visi bersama.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

