Terkini
- PRSI Sumut Perkuat Edukasi Teknologi Lewat Program Robotika Untuk Negeri di Nias
- Dangdut Pecah di Halal Bihalal Sidoarjo Damai Bersatu, Warga Gedangan Bergoyang Tanpa Henti
- DPR Soroti Minimnya Dukungan Negara, Studio Alam Gamplong Jadi Simbol Perjuangan UMKM Kreatif
- Lebih Hemat, Lebih Sehat: Air PAM Jaya Kurangi Beban Warga
- Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Sekda DKI: Momentum Perkuat Persatuan Warga
- Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal JKB Jadi Ajang Strategi Jaga NKRI
- Di Balik Gugurnya Prajurit TNI, Kritik Muhammad Husein Menyasar Arah Diplomasi Indonesia
- Budi Mulyawan Desak Penataan Total Perfilman Indonesia Lewat Jakarta Millennial Film Festival 2026
- Iran Tegaskan Dukungan ke Hizbullah, Kirim Pesan Langsung ke Sekjen Baru
- Data DBD Dinilai Bias, Rekan Indonesia DKI: Kita Melawan Wabah Dengan Peta Yang Salah
Tradisi Lebaran Tak Luntur, Harga Pepaya Naik Tetap Diserbu Pembeli
.jpg)
Keterangan Gambar : Pedagang sayur mayur di ps.minggu.foto.alek
BERNUSA.COM, Jakarta, – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga sejumlah bahan dapur mulai merangkak naik. Salah satunya pepaya muda parut yang kini menembus Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional.
Di kawasan Pasar Minggu, para pedagang mengungkapkan kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya distribusi serta berkurangnya jumlah pedagang yang berjualan karena mudik.
“Per kilonya sudah Rp35.000 untuk yang diparut, kalau yang belum diparut Rp30.000. Biaya pengiriman mahal, apalagi pedagang sudah pada mudik. Alhamdulillah tetap laku banyak,” ujar Kasiem, salah satu pedagang di Pasar Minggu, Jum'at,(20/3/2026).
Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi di Pasar Minggu. Sejumlah pasar lain seperti Pasar Rebo, Pasar Bukit Duri, Pasar Menteng Pulo, hingga Pasar Rumput juga mencatat harga pepaya berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
Meski harga melonjak, permintaan masyarakat tetap tinggi. Isum, seorang ibu rumah tangga, mengaku rela berburu pepaya hingga ke Pasar Minggu karena stok di pasar dekat rumahnya di kawasan Tebet sudah habis.
“Ya terpaksa beli jauh-jauh ke Pasar Minggu, walaupun mahal. Soalnya kalau pakai labu siam cepat basi, jadi harus pepaya mentah. Nggak apa-apa, setahun sekali,” ujarnya.
Tak hanya pepaya, labu siam juga mengalami lonjakan permintaan. Bahkan, pedagang di Pasar Minggu menyiapkan hingga tujuh karung untuk memenuhi kebutuhan pembeli jelang Lebaran.
Meski banyak pembeli mencoba menawar, pedagang mengaku harga saat ini sudah berada di batas maksimal.
“Biasanya bisa ditawar, tapi sekarang memang sudah mentok di Rp35 ribu per kilo,” kata seorang pedagang.
Di balik kenaikan harga ini, tersimpan tradisi kuliner yang terus dijaga masyarakat. Sayur pepaya muda dan labu siam telah lama menjadi pelengkap wajib hidangan Lebaran.
Keduanya kerap disajikan bersama ketupat, opor ayam, semur daging, hingga sambal goreng ati. Rasa gurih dan khas dari sayur berbahan pepaya maupun labu siam menghadirkan cita rasa yang selalu dirindukan setiap tahun.
Tak heran, meskipun harga bahan dapur naik, masyarakat tetap rela merogoh kocek lebih dalam demi menjaga tradisi tersebut.
Lonjakan harga pun diperkirakan masih akan berlangsung hingga puncak perayaan Idul Fitri, seiring meningkatnya kebutuhan dapur di berbagai rumah tangga.(AS/BN).
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

