- PRSI Sumut Perkuat Edukasi Teknologi Lewat Program Robotika Untuk Negeri di Nias
- Dangdut Pecah di Halal Bihalal Sidoarjo Damai Bersatu, Warga Gedangan Bergoyang Tanpa Henti
- DPR Soroti Minimnya Dukungan Negara, Studio Alam Gamplong Jadi Simbol Perjuangan UMKM Kreatif
- Lebih Hemat, Lebih Sehat: Air PAM Jaya Kurangi Beban Warga
- Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Sekda DKI: Momentum Perkuat Persatuan Warga
- Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal JKB Jadi Ajang Strategi Jaga NKRI
- Di Balik Gugurnya Prajurit TNI, Kritik Muhammad Husein Menyasar Arah Diplomasi Indonesia
- Budi Mulyawan Desak Penataan Total Perfilman Indonesia Lewat Jakarta Millennial Film Festival 2026
- Iran Tegaskan Dukungan ke Hizbullah, Kirim Pesan Langsung ke Sekjen Baru
- Data DBD Dinilai Bias, Rekan Indonesia DKI: Kita Melawan Wabah Dengan Peta Yang Salah
Usulan Warga Dibahas di Musrenbang Jakarta Timur, Fokus Pendidikan dan Pemberdayaan

Keterangan Gambar : Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota/kabupaten Provinsi DKI Jakarta
BERNUSA.COM, Jakarta, – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota/kabupaten Provinsi DKI Jakarta yang digelar di Ruang Pola Sri Gunting, Lantai 2 Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan Musrenbang tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, secara daring dari Ruang Pola Benyamin Sueb, Graha Ali Sadikin, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.
Dalam forum tersebut, tercatat sebanyak 2.888 usulan pembangunan dari masyarakat Jakarta Timur. Dari total itu, 433 usulan telah diakomodasi dalam APBD Tahun Berjalan, 1.876 usulan akan dimasukkan ke dalam Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027, sementara 579 usulan lainnya belum dapat diakomodasi.
Baca Lainnya :
Munjirin menyampaikan, Jakarta Timur sebagai wilayah strategis memiliki beragam potensi yang harus terus dikembangkan melalui perencanaan yang matang dan partisipatif. Ia menegaskan pentingnya Musrenbang sebagai sarana menjaring kebutuhan riil masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur lingkungan hingga peningkatan kapasitas ekonomi warga.
“Beberapa program prioritas yang menjadi perhatian antara lain pelaksanaan bazar di tingkat kota dan kecamatan, program Jumat Beli Lokal (JBL), rehabilitasi gedung sekolah, pelatihan keterampilan seperti kuliner, minuman, kue, hingga tata rias, serta penyelenggaraan job fair dua kali dalam setahun dan penumbuhan wirausaha industri baru,” ujar Munjirin.
Di sektor pendidikan, sejumlah usulan prioritas juga mengemuka dari tingkat kecamatan. Di antaranya pembangunan gedung sekolah baru, seperti SMAN di Kelurahan Pondok Ranggon, Ujung Menteng, dan Pondok Kopi; SMK di Kelurahan Pulo Gebang dan Ujung Menteng; serta SMPN di Kelurahan Setu, Cawang, dan Rawa Terate.
Sementara itu, Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur, Tulus Ludiyo Setiawan, menjelaskan bahwa rangkaian Musrenbang akan dilanjutkan dengan sidang kelompok yang dijadwalkan mulai pekan depan.
“Peserta akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, seperti bidang lingkungan hidup, pemerintahan, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat. Pembahasan dilakukan secara lebih rinci guna menyusun skala prioritas pembangunan yang tepat sasaran,” jelasnya.
Ia berharap, melalui tahapan Musrenbang ini, seluruh usulan masyarakat dapat terakomodasi secara bertahap dan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan yang efektif, khususnya di wilayah Jakarta Timur.(AS/BN).
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

