- Ali Lubis Tegas Desak Pemprov Prioritaskan Anggaran RT, RW, Posyandu dan Dasawisma pada APBD 2027
- Wamen HAM: Penguatan Budaya HAM Harus Dimulai dari Generasi Muda
- Pramono Anung Resmikan Gedung Baru Labschool Ciracas, Perkuat Kualitas Pendidikan Menuju Jakarta Kota Global
- Indonesia Bawa Pulang Emas dari Olimpiade Fisika Internasional 2026 di Kolombia
- Dari Ruang ICU Hingga Liang Lahat, Rekan Indonesia Jakut Tetap Mendampingi Warga
- Aktivis Jakarta: Insiden Tewasnya 3 Pekerja di PT Moya Bukan Tanggung Jawab PAM Jaya
- Institut Marhaenisme 27 Luncurkan Marhaenis Watch
- Munjirin: Penanganan Sampah Jakarta Timur Capai 729,72 Ton hingga Juli 2026
- Pemkab Bekasi Matangkan Regulasi Pilkades Serentak 2026, Fokus Wujudkan Demokrasi Desa Berkualitas
- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia
Wamen HAM: Penguatan Budaya HAM Harus Dimulai dari Generasi Muda

Keterangan Gambar : Wamenham, Mugiyanto (foto hasil olahan )
Bernusa.com. BEKASI – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menegaskan bahwa penguatan budaya penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) harus dimulai dari generasi muda. Hal itu disampaikannya saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan President Model United Nations (PresMUN) 2026 di President University, Bekasi.
Dalam pemaparannya, Mugiyanto mengatakan Kementerian HAM terus memperkuat komitmen membangun budaya penghormatan HAM bersama kalangan muda. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam memastikan nilai-nilai HAM tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Penguatan budaya penghormatan HAM bersama anak-anak muda adalah sebuah keharusan," ujar Mugiyanto.
Baca Lainnya :
- Rekan Indonesia Bongkar 6 Kelemahan RUU HAM, Ini Usulan Lengkapnya0
- Rekan Indonesia Dukung RUU HAM, Dorong Penguatan Hak Atas Kesehatan0
- Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.0
- MBG dan Hak Kesehatan Anak sebagai Bagian Penguatan HAM.0
- PDMI Desak Kepastian Hukum bagi 1.023 Dokter Muda Retaker UKMPPD0
Pada kesempatan tersebut, Mugiyanto menjelaskan arah kebijakan HAM Indonesia, mulai dari penguatan kelembagaan Kementerian HAM hingga upaya mempersempit kesenjangan antara komitmen HAM di tingkat internasional dengan implementasinya di tingkat nasional maupun daerah.
Ia menekankan bahwa ratifikasi berbagai instrumen HAM internasional harus diikuti dengan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Menurutnya, komitmen internasional tidak akan memiliki makna apabila tidak diwujudkan dalam kebijakan dan pelayanan yang berpihak kepada hak-hak warga negara.
Sebagai informasi, Indonesia telah meratifikasi delapan dari sembilan instrumen utama HAM internasional. Capaian tersebut, menurut Mugiyanto, perlu diiringi dengan implementasi yang semakin efektif di berbagai sektor pembangunan.
Lebih lanjut, Mugiyanto menegaskan bahwa HAM bukanlah konsep asing bagi bangsa Indonesia. Ia menyebut nilai-nilai penghormatan terhadap martabat manusia telah hidup dalam sejarah dan budaya Nusantara sejak masa Kerajaan Sriwijaya serta telah tercermin dalam konstitusi Indonesia, bahkan sebelum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.
Melalui dialog bersama mahasiswa, Wamen HAM berharap lahir generasi yang tidak hanya memahami prinsip-prinsip HAM, tetapi juga mampu menjadi penggerak dalam membangun budaya penghormatan hak asasi manusia di Indonesia.
_-_Copy.png)







_(1).png)

