Adian Radiatus : Imlek Adalah Budaya Warga Tionghoa Bersyukur Di Tahun Sin Cia

By Ichsan 21 Jan 2026, 10:48:11 WIB Barito Kita
Adian Radiatus : Imlek Adalah Budaya Warga Tionghoa  Bersyukur Di Tahun Sin Cia

JAKARTA, Direktur Forum Buddhis Indonesia, Adian Radiatus mengatakan Imlek adalah sistem penanggalan Tionghoa berbasis "Bulan" sedangkan pengertian Sin Cia adalah Perayaan di hari Imlek itu sendiri dengan Tradisi Khas seperti memakai pakaian baru dengan nada warna dominan merah sebagai lambang keberuntungan dan kebahagiaan juga perlindungan termasuk juga pemasangan pernak pernik dekorasi rumah maupun bangunan baik didalam maupun diluar.

"Selain itu bersih-bersih rumah sebagai simbol membuang hal-hal buruk serta makan bersama keluarga dan sembahyang menurut kepercayaan masing-masing." Kata Direktur FBI, Adian Radiatus kepada Wartawan di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Lanjut Adian Radiatus, jadi ketika sebuah perhelatan besar Imlek secara Nasional hendak dirayakan, maka yang harus dicermati adalah apakah ini dikhususkan ceremonial bagi masyarakat Tionghoa secara umum ataukah ada ajang keagamaannya yang notabene tentu sudah sangat berbeda dengan tradisi dimasa lampau ketika Sin Cia dirayakan secara sukacita semata-mata sebagai bersyukur datangnya awal harapan akan kebaikan dan keberuntungan.

Baca Lainnya :

"Sama sekali bukan titah agama."ucap Adian Radiatus

Menurut Adian Radiatus, bila demikian halnya maka melibatkan peran serta agama-agama dapat menjadi preseden meng"Imlek"kan mereka yang menganut agama dimaksud tetapi bukan termasuk berbudaya Sin Cia itu dan tentu saja bila tidak diantisipasi sejak dini dapat menimbulkan kesalahpahaman yang paling mendasar karena penyertaan lembaga agama hanya karena disana banyak umat Tionghoanya adalah sebuah kekeliruan mendasar.

" Tegasnya Sin Cia hanya bagi kultur masyarakat Tionghoa."ujar Adian Radiatus

Kemudian Direktur FBI, Adian Radiatus menegaskan jadi sebaiknya Perayaan Imlek secara Nasional dapat disosialisasikan sebagai Festival Budaya Sin Cia Tionghoa diberbagai wilayah Indonesia,

"dimana khususnya warga Tionghoa banyak bermukim sebagai sarana silahturahmi antar anak bangsa lewat Festival tersebut yang berlangsung selama 15 hari sejak masuk tahun Imlek hingga hari Cap Go meh tiba." pungkasnya.

Editor : (RED/DAN)