- Ratusan Buruh Kepung Kemenaker, Desak Pemerintah Hentikan Gelombang PHK Nasional
- Polres Gresik Libatkan Ratusan Personel Layanan Pengamanan Haul Habib Abu Bakar Assegaf ke-71
- IPDA Zulhamsyah Putra Resmi Dilantik, Sosok Polisi Humanis Kebanggaan Polda Kepri
- Bupati Pimpin Apel Pagi, Jadi Momentum Penguatan Kinerja Aparatur Dinas PUPR
- FGD Indeks Ketahanan Daerah 2026 Jadi Wadah Validasi Data Ketahanan Daerah
- Sertijab Walikota Jaksel, Syafrin Liputo: Kita Adalah Pelayan Masyarakat
- Humas Polres Lingga Bersama IJTI Kepri Ajak Santri Berkreasi Melalui Lomba Hari Bhayangkara ke-80
- Di Tengah Lonjakan Utang Global, SBY Tekankan Keseimbangan Pertumbuhan dan Keberlanjutan
- Kasus Nadiem dan Rasa Keadilan Publik
- Ketika Darurat (Buatan) Menjadi Kekuasaan (Tanpa Batas)
Adian Radiatus : Imlek Adalah Budaya Warga Tionghoa Bersyukur Di Tahun Sin Cia

JAKARTA, Direktur Forum Buddhis Indonesia, Adian Radiatus mengatakan Imlek adalah sistem penanggalan Tionghoa berbasis "Bulan" sedangkan pengertian Sin Cia adalah Perayaan di hari Imlek itu sendiri dengan Tradisi Khas seperti memakai pakaian baru dengan nada warna dominan merah sebagai lambang keberuntungan dan kebahagiaan juga perlindungan termasuk juga pemasangan pernak pernik dekorasi rumah maupun bangunan baik didalam maupun diluar.
"Selain itu bersih-bersih rumah sebagai simbol membuang hal-hal buruk serta makan bersama keluarga dan sembahyang menurut kepercayaan masing-masing." Kata Direktur FBI, Adian Radiatus kepada Wartawan di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Lanjut Adian Radiatus, jadi ketika sebuah perhelatan besar Imlek secara Nasional hendak dirayakan, maka yang harus dicermati adalah apakah ini dikhususkan ceremonial bagi masyarakat Tionghoa secara umum ataukah ada ajang keagamaannya yang notabene tentu sudah sangat berbeda dengan tradisi dimasa lampau ketika Sin Cia dirayakan secara sukacita semata-mata sebagai bersyukur datangnya awal harapan akan kebaikan dan keberuntungan.
Baca Lainnya :
- PW. Formula Mengucapkan Selamat Kepada Peserta dari Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Syiekar Chilashi Juara 1, Dai Tingkat Nasional 0
- Menkop: Piazza Firenze Garut Jadi Bukti Koperasi Bisa Maju dan Moderen0
- Heikal Safar, SH : Anggaran Negara Hemat Besar Jika Gubernur Dipilih Langsung Oleh Presiden, Dan Bupati Serta Walikota Dipilih Langsung Oleh Gubernur0
- Horor Romantis Berlatar Korea, Film Tolong Saya(Dowajuseyo) Angkat Kisah Arwah Pencari Keadilan0
- JMSI Tegaskan Peran Media Daerah Kawal Implementasi Ekonomi Biru Indonesia0
"Sama sekali bukan titah agama."ucap Adian Radiatus
Menurut Adian Radiatus, bila demikian halnya maka melibatkan peran serta agama-agama dapat menjadi preseden meng"Imlek"kan mereka yang menganut agama dimaksud tetapi bukan termasuk berbudaya Sin Cia itu dan tentu saja bila tidak diantisipasi sejak dini dapat menimbulkan kesalahpahaman yang paling mendasar karena penyertaan lembaga agama hanya karena disana banyak umat Tionghoanya adalah sebuah kekeliruan mendasar.
" Tegasnya Sin Cia hanya bagi kultur masyarakat Tionghoa."ujar Adian Radiatus
Kemudian Direktur FBI, Adian Radiatus menegaskan jadi sebaiknya Perayaan Imlek secara Nasional dapat disosialisasikan sebagai Festival Budaya Sin Cia Tionghoa diberbagai wilayah Indonesia,
"dimana khususnya warga Tionghoa banyak bermukim sebagai sarana silahturahmi antar anak bangsa lewat Festival tersebut yang berlangsung selama 15 hari sejak masuk tahun Imlek hingga hari Cap Go meh tiba." pungkasnya.
Editor : (RED/DAN)
_-_Copy.png)




.jpg)



_(1).png)

