Dahsyat! Gempa M7,7 Flores Jadi Salah Satu Gempa Terbesar Dunia 2026

By Achmad Soleh 16 Agu 2026, 21:40:09 WIB Peristiwa
Dahsyat! Gempa M7,7 Flores Jadi Salah Satu Gempa Terbesar Dunia 2026

Keterangan Gambar : Bencana kali ini kembali mengingatkan masyarakat Flores terhadap gempa besar yang pernah terjadi pada Desember 1992.


BERNUSA.COM, NTT – Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menimbulkan duka mendalam setelah sedikitnya 51 orang dilaporkan meninggal dunia dan ribuan warga terpaksa mengungsi.

Hingga Minggu (16/8/2026) pagi, proses pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak. Ancaman gempa susulan, kerusakan bangunan, serta akses darat yang terganggu akibat longsor menjadi tantangan bagi tim SAR di lapangan.

Gempa Flores tersebut juga tercatat sebagai salah satu gempa bumi terbesar di dunia sepanjang 2026. Berdasarkan data USGS, gempa berkekuatan M7,7 itu menjadi gempa terbesar kedua tahun ini, setelah gempa M7,8 yang mengguncang Filipina pada Juni 2026.

Baca Lainnya :

Aktivitas Sesar Picu Guncangan Dahsyat

Gempa yang mengguncang NTT menambah panjang daftar bencana seismik yang terjadi di berbagai belahan dunia sepanjang 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas sesar aktif di wilayah utara Pulau Flores menjadi salah satu faktor pemicu gempa tersebut.

Kedalaman gempa yang relatif dangkal, sekitar 10 hingga 15 kilometer, turut memperbesar dampak guncangan di permukaan. Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan infrastruktur di wilayah terdampak.

Warga Sikka Pilih Tidur di Luar Rumah

Kabupaten Sikka menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah. Warga masih diliputi ketakutan karena khawatir terjadi gempa susulan maupun runtuhnya bangunan yang telah mengalami kerusakan.

Seorang warga Desa Talibura, Nona (51), menceritakan kepanikan saat gempa mengguncang wilayahnya.

Menurut Nona, saat kejadian terdapat 13 orang yang sedang berada di dalam rumah. Mereka langsung berusaha menyelamatkan diri dengan keluar dari bangunan.

“Gempa itu sangat masif, guncangannya begitu kuat. Kami sedang beristirahat bersama keluarga, ada 13 orang di dalam rumah. Kami semua berlari demi menyelamatkan diri,” tuturnya.



Kondisi serupa juga terjadi di berbagai wilayah Sikka. Wakil Kepala Daerah Sikka Simon Sabandi menyebut sebagian besar warga memilih tidak berada di dalam rumah karena masih dihantui kekhawatiran terhadap gempa susulan.

“Hampir seluruh penduduk Sikka tidak berani tinggal di dalam ruangan, mereka tidur di teras atau tenda di luar,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ribuan Personel Dikerahkan

Pemerintah bergerak cepat dengan mengerahkan ribuan personel gabungan untuk menangani dampak bencana.

Lebih dari 3.500 personel TNI dan Polri dikerahkan untuk mendukung operasi penanganan bencana, termasuk pencarian dan pertolongan terhadap korban serta distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.

Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto mengatakan prioritas penanganan diarahkan ke wilayah Nagekeo yang berada dekat dengan episentrum gempa.

Untuk menjangkau daerah yang sulit diakses melalui jalur darat, pemerintah mengerahkan tiga helikopter dan kapal penyelamat. Sejumlah titik juga sempat mengalami gangguan komunikasi.

Kerusakan dilaporkan terjadi pada rumah warga, fasilitas kesehatan, sekolah, serta sejumlah infrastruktur publik, termasuk fasilitas bandara dan pelabuhan.

Pemerintah juga mempertimbangkan penetapan status darurat bencana di NTT untuk mempercepat mobilisasi anggaran, personel, peralatan, dan kebutuhan penanganan lainnya.

Peringatan Tsunami Dicabut

Gempa tersebut sempat memunculkan kekhawatiran terjadinya tsunami. Namun, setelah pemantauan kondisi muka laut menunjukkan situasi kembali normal, peringatan dini tsunami kemudian dicabut.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan.

Warga juga diimbau tidak kembali ke dalam bangunan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang, mengingat potensi gempa susulan masih dapat terjadi.

Flores Kembali Dihantam Gempa Besar

Bencana kali ini kembali mengingatkan masyarakat Flores terhadap gempa besar yang pernah terjadi pada Desember 1992. Gempa tersebut disertai tsunami dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Indonesia sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang membuat sejumlah wilayah memiliki tingkat kerawanan gempa dan aktivitas vulkanik cukup tinggi.

Untuk saat ini, pemerintah dan tim gabungan memusatkan perhatian pada pencarian korban, evakuasi warga, pembersihan puing, pemulihan infrastruktur dan layanan dasar, serta pemenuhan kebutuhan ribuan pengungsi.

Penanganan darurat juga terus dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan makanan, air bersih, layanan kesehatan, tempat tinggal sementara, serta perlindungan dari risiko bencana susulan.(AS/BN).