- Ratusan Buruh Kepung Kemenaker, Desak Pemerintah Hentikan Gelombang PHK Nasional
- Polres Gresik Libatkan Ratusan Personel Layanan Pengamanan Haul Habib Abu Bakar Assegaf ke-71
- IPDA Zulhamsyah Putra Resmi Dilantik, Sosok Polisi Humanis Kebanggaan Polda Kepri
- Bupati Pimpin Apel Pagi, Jadi Momentum Penguatan Kinerja Aparatur Dinas PUPR
- FGD Indeks Ketahanan Daerah 2026 Jadi Wadah Validasi Data Ketahanan Daerah
- Sertijab Walikota Jaksel, Syafrin Liputo: Kita Adalah Pelayan Masyarakat
- Humas Polres Lingga Bersama IJTI Kepri Ajak Santri Berkreasi Melalui Lomba Hari Bhayangkara ke-80
- Di Tengah Lonjakan Utang Global, SBY Tekankan Keseimbangan Pertumbuhan dan Keberlanjutan
- Kasus Nadiem dan Rasa Keadilan Publik
- Ketika Darurat (Buatan) Menjadi Kekuasaan (Tanpa Batas)
IRGC Ancam AS dan Israel: Iran Belum Gunakan Seluruh Kekuatan Militernya

Keterangan Gambar : Ilustrasi Jenderal Ahmad Vahidi, Komandan IRGC
Bernusa.com.TEHERAN— Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Dalam keterangannya, Komandan IRGC Jenderal Ahmad Vahidi menegaskan bahwa Iran hingga kini disebut belum mengerahkan seluruh kemampuan militernya dalam menghadapi eskalasi konflik yang terus berkembang.
“Iran belum menggunakan seluruh kapasitas dan kemampuan strategis militernya,” ujar Ahmad Vahidi dalam pernyataan yang dikutip media internasional. Ia memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan memicu respons yang jauh lebih besar dan meluas ke luar kawasan Timur Tengah.
Vahidi juga menegaskan bahwa perang berikutnya tidak akan terbatas hanya pada wilayah regional. Menurutnya, serangan balasan Iran dapat menghantam “tempat-tempat yang bahkan tidak bisa dibayangkan” oleh pihak lawan. Pernyataan tersebut dipandang sebagai pesan langsung kepada Washington dan Tel Aviv di tengah meningkatnya ancaman konfrontasi terbuka.
Baca Lainnya :
- Ketua Umum GAWAT: Penangkapan Jurnalis Adalah Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers0
- Reporter Tempo Ditahan Tentara Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza0
- Jamaah Haji Plus Jawa Timur Tiba di Tanah Suci, Siap Jalankan Prosesi Ibadah Haji 1447 H0
- Pemkot Jaktim Terima BAST Kantor Sekretariat Muslimat NU DKI dari PT Astra Internasional0
- FPPJ Desak KPK Bongkar Harta Eks Kadis LH DKI0
IRGC menilai Amerika Serikat dan Israel telah mengerahkan hampir seluruh tekanan militer dan politik terhadap Iran, namun dianggap gagal melemahkan posisi strategis Teheran. Sebaliknya, Iran mengklaim masih memiliki berbagai kemampuan pertahanan, termasuk sistem rudal, drone tempur, dan jaringan aliansi regional yang belum sepenuhnya digunakan.
Situasi tersebut membuat kekhawatiran dunia internasional semakin meningkat. Sejumlah pengamat menilai perang pernyataan antara Iran, AS, dan Israel kini bukan lagi sekadar tekanan diplomatik, melainkan bagian dari perang psikologis yang dapat berubah menjadi konflik terbuka sewaktu-waktu. Timur Tengah saat ini berada dalam kondisi seperti bara api yang terus menyala di bawah permukaan, menunggu satu percikan kecil untuk berubah menjadi ledakan besar.
_-_Copy.png)




.jpg)



_(1).png)

