- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
- Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
Ketua Umum GAWAT: Penangkapan Jurnalis Adalah Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers
Desak Kemlu Ambil Langkah Tegas atas Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Israel

Keterangan Gambar : Farssi Alfarobi, Ktua Umum Gawat
Bernusa.com. JAKARTA— Ketua Umum Gabungan Wartawan Jakarta (GAWAT), Faresi Alfarobi, mengecam keras tindakan tentara Israel yang menangkap seorang jurnalis asal Indonesia saat menjalankan tugas peliputan di wilayah konflik.
GAWAT menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pembungkaman pers sekaligus pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional yang melindungi kerja-kerja jurnalistik di daerah konflik.
“Kami mengutuk keras penangkapan jurnalis Indonesia oleh otoritas keamanan Israel. Jurnalis bukan bagian dari konflik. Mereka adalah mata dan telinga dunia yang dilindungi oleh hukum internasional, khususnya Konvensi Jenewa,” ujar Faresi Alfarobi dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Baca Lainnya :
- Jamaah Haji Plus Jawa Timur Tiba di Tanah Suci, Siap Jalankan Prosesi Ibadah Haji 1447 H0
- Shell Indonesia Kembali Buka Layanan Penjualan BBM0
- Apmiso Jadi Motor Penguatan Pedagang Mi dan Bakso0
- Wali Kota New York: $500 juta dihabiskan setiap hari untuk kejahatan terhadap rakyat Iran dan Lebanon0
- Menkop Dorong KSP TLM Indonesia Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Dengan KDKMP0
Menurutnya, tindakan represif terhadap awak media menunjukkan adanya upaya membatasi arus informasi dan menghalangi publik internasional mengetahui fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Karena itu, keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian utama seluruh pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata.
GAWAT juga mendesak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta International Federation of Journalists untuk segera mengambil langkah diplomatik guna memastikan keselamatan dan pembebasan jurnalis Indonesia tersebut.
“Pemerintah harus bertindak cepat melalui jalur diplomasi internasional agar rekan kami segera dibebaskan tanpa syarat. Kita tidak boleh membiarkan warga negara Indonesia, terlebih seorang jurnalis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan dan menyuarakan kebenaran, dikriminalisasi di wilayah konflik,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Faresi mengajak seluruh komunitas pers di Jakarta maupun di berbagai daerah di Indonesia untuk bersolidaritas dan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi menjaga marwah kebebasan pers dan keselamatan jurnalis di seluruh dunia.
_-_Copy.png)









_(1).png)
