- Wali Kota New York: $500 juta dihabiskan setiap hari untuk kejahatan terhadap rakyat Iran dan Lebanon
- Direktur FBI, Adian Radiatus Mengajak Mengelola Kerukunan Umat Beragama
- Gara-Gara Taksi Serobot Palang Pintu Kereta !! 7 Orang Tewas
- Hari Bakti Pemasyarakatan, Kemenkop dan Kemenimipas Berdayakan Ekonomi Warga Binaan Lapas Lewat Koperasi
- Tabrakan Kereta Di Stasiun Bekasi Timur
- Ratusan Tokoh Hadiri Halal Bihalal Lintas Agama di Kebon Jeruk, Semangat Kebhinekaan Menguat
- Lima Tuntutan Ojol: Negara Absen, Platform Panen
- RDF Rorotan dan Ilusi Keseriusan Jakarta Mengurus Sampah
- SPPI KB DPC Cikarang Gelar Sosialisasi PKB PT Pos Indonesia 2025-2027 di Cisarua Bogor, Pererat Soliditas Pengurus
- Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia Nofalia Heikal Safar Lakukan Ekspansi Bisnis Berkunjung Ke China
Wali Kota New York: $500 juta dihabiskan setiap hari untuk kejahatan terhadap rakyat Iran dan Lebanon

Keterangan Gambar : Ilustrasi Wali Kota New York
NEW YORK– Wali Kota New York mengkritik Pemerintah AS karena menghabiskan $500 juta setiap hari untuk membunuh rakyat Iran dan Lebanon.
Dalam wawancara dengan National Public Radio (NPR) Amerika Serikat, Zahran Mamdani mengkritik kebijakan pemerintah federal dan mengatakan, “Kita berbicara tentang pemerintahan federal yang telah menghabiskan hampir $30 miliar untuk membunuh ribuan orang, di saat masyarakat kelas pekerja di seluruh negeri ini bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan paling dasar.”
“Dan ketika kita diberi tahu bahwa toko bahan makanan yang dikelola kota itu tidak masuk akal, sementara menghabiskan lebih dari $500 juta per hari untuk membunuh orang di Iran dan Lebanon justru dianggap masuk akal bahkan perlu, itu menunjukkan politik yang rusak,” tambahnya.
Baca Lainnya :
- Pengamat: Kecerdikan Iran Hadapi Tekanan Musuh Bertumpu pada Tiga Strategi Utama0
- Lampung Resmi ditetapkan Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 20270
- Perang yang Menagih Harga: Dari Langit Tel Aviv ke Kantong Warganya0
- Mengubah Perang Ikan Sapu-Sapu Menjadi Kebijakan Sungai Berbasis Bukti0
- Pengamat Sebut Posisi AS dan Israel Terdesak, Iran Pegang Kendali di Selat Hormuz.0
Ia juga menyoroti bahwa agresi militer terhadap Iran berdampak signifikan terhadap ekonomi AS, dan mengatakan, “Di inti setiap perang, selalu ada proses dehumanisasi. Dan dehumanisasi itu tidak hanya terjadi di medan perang.”
Sebelumnya, Mamdani juga mengucapkan selamat Nowruz kepada warga Iran-Amerika, serta menegaskan, “Saya tetap menentang invasi militer AS dan Israel, dan saya berharap kebahagiaan bagi seluruh rakyat Iran yang merayakan hari istimewa ini.”
Ia menyebut agresi militer AS-Israel terhadap Iran sebagai tindakan “ilegal dengan konsekuensi yang katastrofik,” termasuk dampak buruk bagi warga sipil.
Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dihentikan melalui gencatan senjata selama dua minggu setelah 40 hari pertempuran sengit.
_-_Copy.png)





_(1).png)



