- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
- Bangkit dari Mati Suri, Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
Wali Kota New York: $500 juta dihabiskan setiap hari untuk kejahatan terhadap rakyat Iran dan Lebanon

Keterangan Gambar : Ilustrasi Wali Kota New York
NEW YORK– Wali Kota New York mengkritik Pemerintah AS karena menghabiskan $500 juta setiap hari untuk membunuh rakyat Iran dan Lebanon.
Dalam wawancara dengan National Public Radio (NPR) Amerika Serikat, Zahran Mamdani mengkritik kebijakan pemerintah federal dan mengatakan, “Kita berbicara tentang pemerintahan federal yang telah menghabiskan hampir $30 miliar untuk membunuh ribuan orang, di saat masyarakat kelas pekerja di seluruh negeri ini bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan paling dasar.”
“Dan ketika kita diberi tahu bahwa toko bahan makanan yang dikelola kota itu tidak masuk akal, sementara menghabiskan lebih dari $500 juta per hari untuk membunuh orang di Iran dan Lebanon justru dianggap masuk akal bahkan perlu, itu menunjukkan politik yang rusak,” tambahnya.
Baca Lainnya :
- Pengamat: Kecerdikan Iran Hadapi Tekanan Musuh Bertumpu pada Tiga Strategi Utama0
- Lampung Resmi ditetapkan Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 20270
- Perang yang Menagih Harga: Dari Langit Tel Aviv ke Kantong Warganya0
- Mengubah Perang Ikan Sapu-Sapu Menjadi Kebijakan Sungai Berbasis Bukti0
- Pengamat Sebut Posisi AS dan Israel Terdesak, Iran Pegang Kendali di Selat Hormuz.0
Ia juga menyoroti bahwa agresi militer terhadap Iran berdampak signifikan terhadap ekonomi AS, dan mengatakan, “Di inti setiap perang, selalu ada proses dehumanisasi. Dan dehumanisasi itu tidak hanya terjadi di medan perang.”
Sebelumnya, Mamdani juga mengucapkan selamat Nowruz kepada warga Iran-Amerika, serta menegaskan, “Saya tetap menentang invasi militer AS dan Israel, dan saya berharap kebahagiaan bagi seluruh rakyat Iran yang merayakan hari istimewa ini.”
Ia menyebut agresi militer AS-Israel terhadap Iran sebagai tindakan “ilegal dengan konsekuensi yang katastrofik,” termasuk dampak buruk bagi warga sipil.
Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dihentikan melalui gencatan senjata selama dua minggu setelah 40 hari pertempuran sengit.
_-_Copy.png)









_(1).png)
