- FPPJ Desak KPK Bongkar Harta Eks Kadis LH DKI
- Kinerja Moncer BNI: CASA Tumbuh 26,6 Persen, Kredit Tembus Rp919 Triliun
- Front Mahasiswa Maluku Utara Jabodetabek Desak Mabes Polri, Usut Tuntas Pembunuhan Berantai Halteng -Haltim
- Pelantikan Dewan Pimpinan MUI Surabaya Masa Hikmah 2025 - 2030
- Sekjen Propindo Heikal Safar SH, Tegaskan Seluruh Organisasi profesi Advokat Di Indonesia Memiliki Tujuan Yang Sama Dalam Penegakan Hukum Yang Bermartabat
- Stasiun Bekasi Timur Sementara Tidak Melayani Penumpang, Layanan KRL Hanya Sampai Stasiun Bekasi
- Presiden Prabowo dan Menhub Dudy Temui Korban Insiden KA Bekasi Timur
- 15 Meninggal, 88 Luka-Luka. Pejabat Cuma Bilang Evaluasi
- Wali Kota Jakarta Pusat Gerak Cepat, Takziah ke Rumah Duka Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
- Pasien Terlantar di IGD, Rekan Indonesia Soroti Ketidaksinkronan Data Kamar RSUD Jakarta Utara
Kinerja Moncer BNI: CASA Tumbuh 26,6 Persen, Kredit Tembus Rp919 Triliun

Keterangan Gambar : BNI juga menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah
BERNUSA.COM, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja positif hingga kuartal I tahun 2026 di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik dunia, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang memengaruhi harga minyak, inflasi, serta kebijakan suku bunga global.
BNI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp5,6 triliun hingga Maret 2026. Capaian tersebut ditopang pertumbuhan kredit yang sehat, penguatan dana murah (CASA), kualitas aset yang semakin baik, serta strategi transformasi bisnis berkelanjutan.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, hasil ini mencerminkan ketahanan model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental perusahaan, produktivitas, serta transformasi berkelanjutan.
Baca Lainnya :
“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” ujarnya.
Hingga akhir kuartal I 2026, penyaluran kredit BNI tumbuh 20,1 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp919,3 triliun. Sementara dana murah atau CASA meningkat 26,6 persen YoY menjadi Rp731,6 triliun, didorong pertumbuhan giro sebesar 39,7 persen dan tabungan naik 10,4 persen.
Kinerja tersebut juga diperkuat oleh transformasi bisnis melalui program BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment) yang mulai dijalankan sejak kuartal IV 2025. Program ini bertujuan memperkuat jaringan cabang sebagai pusat penjualan utama produk dan layanan perbankan di seluruh Indonesia.
Saat ini, BNI memiliki lebih dari 1.700 kantor cabang yang terus didorong produktivitasnya melalui digitalisasi dan penguatan sumber daya manusia.
Di sisi digital, aplikasi wondr by BNI telah digunakan lebih dari 13 juta nasabah hingga Maret 2026, sementara platform korporasi BNIdirect mencatat pertumbuhan pengguna dan nilai transaksi lebih dari 16 persen YoY.
Selain mencetak pertumbuhan bisnis, BNI juga memperkuat struktur permodalan dengan menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) senilai USD700 juta atau setara Rp11,9 triliun pada April 2026.
Penerbitan ini mendapat respons positif investor global dengan permintaan mencapai USD2,5 miliar atau oversubscribe 3,6 kali.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis BNI tetap seimbang dengan efisiensi dan manajemen risiko yang disiplin. “Kinerja ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan pengelolaan risiko yang disiplin,” katanya.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau NPL membaik menjadi 1,9 persen, sementara Loan at Risk berada di level 8,6 persen, lebih baik dibanding masa sebelum pandemi.
Tak hanya fokus pada bisnis, BNI juga terus memperkuat komitmen keberlanjutan. Setelah menerbitkan Sustainability Bond Rp5 triliun pada 2025 dan Green Bond Rp5 triliun pada 2021, BNI kini memperluas pembiayaan hijau melalui skema Sustainability Linked Loan dan green financing.
BNI juga menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, penguatan UMKM, koperasi, desa, hingga Program 3 Juta Rumah.(AS/JO).
_-_Copy.png)






_(1).png)



