- Infrastruktur Terus Dikebut, TMMD Depok Optimistis Selesai Tepat Waktu
- RSUD Tarakan Menuju 39 Tahun: Menguat di Tengah Lonjakan Layanan Kesehatan Ibu Kota
- Makalah Sedekah dan Hibah Tugas Kampus Alhikmah Jakarta
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama
- Kado Bulan K3, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum
- Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia
- Relawan ILS Berencana Menambal Jalan Berlubang di Kemasan Krian
Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
.jpg)
Keterangan Gambar : Ferry saat acara pelepasan ekspor, Kamis (26/2/2026).
BERNUSA.COM, Subang – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi capaian Koperasi Produsen Upland Subang Farm yang kembali menorehkan prestasi dengan melakukan simbolisasi ekspor manggis segar ke China tahap kedelapan.
Pada pengiriman kali ini, koperasi melepas 3 ton manggis. Secara total sejak ekspor perdana, nilai transaksi yang berhasil dibukukan telah mencapai Rp6,6 miliar.
Menkop Ferry menegaskan, pelepasan ekspor produk pertanian dari koperasi di Kabupaten Subang ini menjadi bukti bahwa koperasi mampu bersaing dan menembus pasar global.
Baca Lainnya :
- Kemenkop Gandeng ICMI, Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Lokal0
- Menkop Ingin Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih dan Pelatihan SDM Pendukung Dipercepat0
- Menkop Ajak Kospin Jasa Perkuat Pusat Distribusi Dan Ekosistem Kopdes Merah Putih0
- Wamenkop Kunjungi KDKMP Kelurahan Air Kepala Tujuh, Pastikan Dukungan dan Pendampingan Berkelanjutan0
- Wamenkop Dorong Koperasi BMTNU Bersinergi dengan 419 Kopdes yang Akan Dibangun di Bojonegoro0
Bahkan dalam waktu dekat, Koperasi Upland Subang Farm berencana menambah unit bisnis pengemasan nanas dalam kaleng untuk memenuhi permintaan ekspor, termasuk dari negara-negara Timur Tengah.
“Melalui kegiatan ini membuktikan bahwa Kabupaten Subang sebagai kabupaten yang super karena sudah bisa ekspor berbagai komoditas. Insyaallah kita siap membantu supaya bisa memenuhi ekspor nanas seperti yang diminta negara di Timur Tengah,” ujar Ferry saat acara pelepasan ekspor, Kamis (26/2/2026).
Dorongan Pembiayaan hingga Rp20 Miliar
Dukungan Kementerian Koperasi Republik Indonesia terhadap kemajuan koperasi tersebut tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Menkop mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk memberikan dukungan modal.
Berdasarkan kajian awal terhadap proposal dan proses bisnis koperasi, suntikan dana tahap awal diperkirakan mencapai Rp4 miliar.
Ke depan, nilai pembiayaan yang dapat digulirkan berpotensi meningkat hingga Rp20 miliar, melalui proses inkubasi dan pendampingan berkelanjutan.
“Saya yakin koperasi Upland ini bisa membeli dengan harga yang lebih baik ke petani, memperbaiki manajemen, dan memperluas ekspor,” tegas Ferry.
Dengan dukungan modal yang memadai, diharapkan koperasi mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sekaligus menyerap hasil pertanian petani dengan harga lebih kompetitif sehingga kesejahteraan petani meningkat.
Sejalan dengan Visi Presiden
Menkop menyebut keberhasilan ekspor manggis ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi desa dan jembatan produk lokal menuju pasar dunia.
Ia juga menyinggung pembangunan ekosistem koperasi desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang segera beroperasi. Menurutnya, jaringan koperasi desa tersebut dapat menjadi saluran distribusi produk Subang, tidak hanya untuk ekspor tetapi juga pasar domestik.
“Jangan hanya diekspor saja, tetapi juga bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia,” katanya.
Pemda Subang Bangga, Targetkan Ekspor Nanas
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan ekspor manggis yang menjadi cita-cita sejak program Upland digulirkan. Ia menyebut manggis Subang kini telah memenuhi standar internasional, menyusul ekspor kopi sebelumnya.
Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan komoditas nanas mampu memenuhi spesifikasi buyer global.
Sementara itu, manajemen Koperasi Upland Subang Farm mengakui peluang pasar manggis dan nanas sangat besar. Namun keterbatasan modal, faktor alam, dan SDM pascapanen menjadi tantangan utama.
Direktur Utama LPDB Krisdiyanto menyatakan pihaknya telah melakukan profiling dan pemetaan usaha koperasi.
Dari hasil awal, koperasi dinilai layak memperoleh pembiayaan. Selain modal, LPDB juga akan memberikan pendampingan agar kapasitas ekspor semakin meningkat.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pembiayaan LPDB, dan penguatan ekosistem koperasi desa, Subang diproyeksikan menjadi salah satu sentra ekspor buah unggulan Indonesia ke pasar global.(AS/BN).
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

