- PRSI Sumut Perkuat Edukasi Teknologi Lewat Program Robotika Untuk Negeri di Nias
- Dangdut Pecah di Halal Bihalal Sidoarjo Damai Bersatu, Warga Gedangan Bergoyang Tanpa Henti
- DPR Soroti Minimnya Dukungan Negara, Studio Alam Gamplong Jadi Simbol Perjuangan UMKM Kreatif
- Lebih Hemat, Lebih Sehat: Air PAM Jaya Kurangi Beban Warga
- Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Sekda DKI: Momentum Perkuat Persatuan Warga
- Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal JKB Jadi Ajang Strategi Jaga NKRI
- Di Balik Gugurnya Prajurit TNI, Kritik Muhammad Husein Menyasar Arah Diplomasi Indonesia
- Budi Mulyawan Desak Penataan Total Perfilman Indonesia Lewat Jakarta Millennial Film Festival 2026
- Iran Tegaskan Dukungan ke Hizbullah, Kirim Pesan Langsung ke Sekjen Baru
- Data DBD Dinilai Bias, Rekan Indonesia DKI: Kita Melawan Wabah Dengan Peta Yang Salah
Menkop Terima Audiensi Menteri PPPA, Bahas Penguatan Peran Perempuan pada Kopdes Merah Putih
.jpg)
Keterangan Gambar : Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menerima audiensi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi beserta jajaran di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop) Jakarta, Selasa (31/3/2026).
BERNUSA.COM, Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menerima audiensi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi beserta jajaran di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop) Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Dalam pertemuan, keduanya membahas kerja sama strategis penguatan peran perempuan di lini ekonomi terkecil, yakni tingkat desa maupun kelurahan. Rencananya langkah ini akan diwujudkan melalui integrasi program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dengan program Ruang Bersama Indonesia.
Menkop Ferry Juliantono menjelaskan, kolaborasi ini akan diawali dengan pembentukan tim khusus untuk mengawal kegiatan kolaboratif di lapangan. Fokus utama kerja sama ini adalah mendorong partisipasi aktif perempuan di desa dan kelurahan untuk bergabung dalam Kopdes Merah Putih serta aktivitas perkoperasian lainnya.
Baca Lainnya :
- Menkop: Keadilan Ekonomi Adalah Perintah Keimanan, Bukan Sekadar Teori0
- Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan, Warga Diminta Tak Panic Buying0
- Bazar Rakyat Monas Diserbu Warga, Menteri UMKM: Momentum Bangkitkan Ekonomi Usai Lebaran0
- Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang0
- Menkop Resmikan Koperasi MCMI, Targetkan Sinergi Berbasis Masjid dan Ekonomi Lokal0
"Kementerian Koperasi akan mendorong kelompok-kelompok perempuan produktif yang selama ini dibina oleh Kementerian PPPA untuk bertransformasi menjadi koperasi," ujar Ferry.
Menkop menambahkan, pihaknya tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga dukungan pembiayaan. "Kami akan bantu pembiayaannya melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)," jelasnya.
Turut hadir mendampingi Menkop adalah Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi, serta jajaran Kedeputian dan Staf Ahli Menteri.
Selain aspek ekonomi, kolaborasi ini juga menyentuh sisi perlindungan sosial. Menkop mengungkapkan bahwa setiap gerai atau klinik yang dimiliki Kopdes Merah Putih nantinya juga akan terdapat pos pengaduan bagi persoalan perempuan dan anak.
"Ini adalah bentuk afirmatif kami untuk melindungi kepentingan perempuan dan anak-anak di daerah, desa, dan kelurahan," tegas Menkop.
Senada dengan hal tersebut, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyambut baik penyediaan ruang di gerai koperasi tersebut. Menurutnya, hal ini sangat strategis untuk mendekatkan layanan pencegahan kekerasan kepada masyarakat, mengingat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) saat ini baru tersedia di tingkat kota/ kabupaten.
"Sangat tepat sekali jika salah satu gerainya dijadikan tempat untuk penanganan, dan yang lebih penting adalah pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Arifah.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menjelaskan bahwa kerja sama ini selaras dengan program Ruang Bersama Indonesia yang digagas kementeriannya. Program ini bertujuan menyelesaikan persoalan desa secara kolektif, mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga ketahanan pangan.
"Koperasi Desa Merah Putih ini akan menjadi kolaborasi program dengan Ruang Bersama Indonesia. Perempuan yang berkualitas bukan hanya dari segi pendidikan, tapi juga ekonomi dan kesehatan," ucap Arifah.
Salah satu poin penting dalam pertemuan ini adalah kesepakatan untuk segera memulai pilot project atau proyek percontohan tanpa menunggu proses administrasi Nota Kesepahaman (MoU) selesai sepenuhnya.
"Kita tidak menunggu MOU selesai baru bergerak. Kita sudah bisa mulai di daerah di mana koperasi desanya sudah jalan dan gerakan perempuannya sudah ada," ucap Arifah.(AS/BN).
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

