- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
- Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan, Warga Diminta Tak Panic Buying

Keterangan Gambar : Pemerintah jamin harga Bapok tetap aman.
BERNUSA.COM, Jakarta, – Pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) pasca-Lebaran tetap terjaga. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso saat meninjau langsung kondisi pasar bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Pasar Minggu, pada Sabtu (28/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mendag yang akrab disapa Busan menegaskan bahwa stok bapok seperti beras, minyak goreng, cabai, hingga bahan pangan lainnya dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Berdasarkan pantauan kami bersama para pedagang, pasokan bapok cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Tinjau Pasar Pante Teungoh, Mendag Busan: Ekonomi Pidie Mulai Bergerak dan Harga Terkendali0
- Pengukuhan DPP ABPEDNAS Jadi Momentum Sinergi Desa dan Aparat Negara0
- Kementerian UMKM Berkolaborasi dengan Kemendagri dan Kemenpora Optimalkan Pengelolaan Stadion0
- Masyarakat Sabang Dukung Penuh Penyegelan Beras Impor Ilegal 0
Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan pemantauan harga secara rutin, termasuk selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri. Pemantauan dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang menjangkau sekitar 550 titik pasar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, Kementerian Perdagangan juga bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID FOOD, guna menjaga ketersediaan serta stabilitas harga komoditas strategis seperti beras SPHP, gula pasir, dan MINYAKITA.
“Distribusi MINYAKITA kini sudah lebih dari 35 persen melalui BUMN pangan, sehingga ketersediaan dan harga bisa lebih terkendali,” jelasnya.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan juga memastikan kondisi pasokan di lapangan cukup melimpah. “Beras banyak, ayam banyak, telur banyak, sayur juga melimpah. Secara umum harga dan persediaan terkendali,” ujarnya.
Hasil pemantauan menunjukkan tren positif, di mana sejumlah harga komoditas mengalami penurunan dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun sebelumnya. Bawang merah turun 8–10 persen, cabai turun 3–20 persen, dan bawang putih turun hingga 16 persen.
Beberapa harga bahkan berada di bawah Harga Acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras medium Rp13.000/kg, beras premium Rp14.800/kg, serta cabai merah di kisaran Rp50.000/kg.
Secara nasional, tren harga bapok juga menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2025. MINYAKITA misalnya, kini berada di kisaran Rp15.700/liter, turun dari Rp17.200/liter pada tahun lalu.
Di sisi lain, para pedagang mengakui kondisi pasokan dan harga relatif stabil. Rano, pedagang beras, menyebut pasokan saat ini aman dan harga mulai turun seiring panen.
Hal serupa disampaikan Selamet, pedagang telur, yang mengaku stok tetap terjaga meski permintaan masih tinggi.
Sementara Fatimah, pedagang sayur, menilai harga dan permintaan cenderung stabil pasca-Lebaran. Ia berharap kondisi ini dapat terus bertahan agar omzet pedagang meningkat.
Kunjungan ini turut didampingi Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim serta Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan.
Pemerintah pun kembali mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying, mengingat stok pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali.(AS/JO).
_-_Copy.png)









_(1).png)
