- Lobang Buaya, Bawa Tragedi Sejarah Indonesia ke Panggung Film Horor Internasional
- Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
- UMKM Dapat Kepastian Pajak, Kementerian UMKM Siapkan Pendampingan dan Konsultasi Gratis
- Purbaya Sesat Logika, Kenaikan Pertamax Tidak Sesederhana Soal Angkutan Barang.
- PWI Jaya dan Bank Jakarta Gelar Lomba Jurnalistik MHT 2026, Siapkan Hadiah Rp75 Juta
- Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
- Datok Udin Pelor Hadiri Pengukuhan Hulubalang, Tegaskan Pentingnya Menjaga Marwah Melayu
- Anggaran Operasional Tersendat, Sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis di Cirebon Tutup Sementara
- Panen Raya PADI 2026 Di DEMAK Perkuat Kemitraan Petani Dan Dunia Usaha Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
- Hadirkan Festival Islami dan Kegiatan Sosial, RISNU Kembali Gelar Gempita Muharram 1448 H
Lobang Buaya, Bawa Tragedi Sejarah Indonesia ke Panggung Film Horor Internasional

Keterangan Gambar : resmi terpilih dalam ajang bergengsi Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026
BERNUSA.COM, Jakarta, – Dunia perfilman Indonesia kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat internasional. Film terbaru garapan sutradara ternama Hanung Bramantyo berjudul internasional "The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy" atau "Lobang Buaya" resmi terpilih dalam ajang bergengsi Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 yang akan berlangsung di Korea Selatan.
Keberhasilan ini melanjutkan perjalanan internasional film tersebut setelah sebelumnya melakukan pemutaran perdana dunia di International Film Festival Rotterdam, salah satu festival film paling prestisius di Eropa.
Pada BIFAN 2026, "The Hole" berhasil menembus kategori B Extreme, program khusus yang menampilkan film-film dengan eksplorasi genre paling berani, penuh ketegangan, horor, misteri, dan imajinasi tanpa batas. Kategori ini dikenal sebagai salah satu etalase utama bagi karya-karya genre terbaik dari berbagai negara.
Baca Lainnya :
Raih Apresiasi dari Programmer BIFAN
Film hasil kolaborasi rumah produksi Adhya Pictures dan Dapur Film itu sukses menarik perhatian kurator internasional.
Programmer BIFAN, Martin Lee, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyutradaraan Hanung Bramantyo dalam film tersebut.
Menurutnya, film ini berhasil memadukan latar sejarah yang kompleks dengan unsur horor, misteri, dan drama detektif secara efektif. Perpaduan tersebut menghasilkan pengalaman menonton yang menegangkan sekaligus menghadirkan refleksi mendalam terhadap tragedi sejarah yang menjadi inspirasi cerita.
Hanung: Horor Menjadi Cara Membaca Ketakutan Sebuah Bangsa
Menanggapi pencapaian tersebut, Hanung Bramantyo mengaku bersyukur karena dapat membawa isu sejarah Indonesia ke panggung perfilman genre internasional.
Menurut Hanung, horor dan thriller merupakan medium yang kuat untuk menggali ketakutan kolektif sebuah bangsa. Melalui "The Hole", ia berusaha merangkai kembali luka sejarah masa lalu dengan sentuhan mistisisme yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Hanung juga mengaku bangga setelah film tersebut mendapat sambutan positif di Rotterdam dan kini berkesempatan tampil di BIFAN, khususnya dalam program B Extreme yang dikenal berani dan kompetitif.
Misteri Pembunuhan dan Rahasia Kelam Sejarah
"The Hole" mengambil latar Indonesia pada dekade 1960-an, masa yang sarat ketegangan politik dan gejolak sosial. Cerita berpusat pada serangkaian pembunuhan misterius yang selalu terjadi pada tanggal 30 setiap bulan.
Setiap korban ditemukan tewas mengenaskan dengan lubang misterius pada tubuh mereka serta pesan-pesan aneh yang tertulis di wajah korban. Investigasi yang dilakukan kemudian membuka tabir rahasia kelam yang berkaitan dengan propaganda, kepercayaan, dan sisi tergelap sejarah bangsa.
Film ini terinspirasi dari peristiwa Gerakan 30 September, namun dikemas dalam balutan horor psikologis dan thriller investigatif yang menegangkan.
Dibintangi Aktor-Aktor Muda Berbakat
Film "Lobang Buaya" diperkuat jajaran pemain muda berbakat Indonesia, di antaranya Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, serta Anya Zen.
Kehadiran para pemain tersebut semakin memperkuat atmosfer misteri dan ketegangan yang menjadi kekuatan utama film ini.
Siap Tayang di Bioskop Indonesia
Setelah menjalani perjalanan festival internasional yang sukses, "Lobang Buaya" dijadwalkan segera menyapa penonton Indonesia melalui jaringan bioskop nasional pada tahun 2026.
Kehadiran film ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai sejarah Indonesia melalui pendekatan sinematik yang segar, berani, dan relevan bagi generasi masa kini.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

