- Film CLBK Siap Sentuh Hati Penonton dengan Romansa Usia Senja yang Menginspirasi
- Resmi Jadi Sayap Partai, Jurnalis dan Influencer Rakyat Indonesia Siap Kawal Informasi Berkualitas
- Heikal Safar Apresiasi Strategi Jitu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Di Dukung Warga Jakarta
- Satpam Tumbang Usai Jaga Malam, Keluarga Panik Karena BPJS Tak Aktif, Rekan Indonesia Tangsel Turun Tangan
- Pemilik SPPG Dan Dapur MBG Jangan Ganggu Presiden Evaluasi Total MBG.
- Tak Hanya Cantik, 10 Finalis Miss Jakarta Fair 2026 Tunjukkan Bakat dan Kepercayaan Diri
- Bank Jakarta Borong Tiga Penghargaan Infobank-MRI 2026, Bukti Layanan Nasabah Makin Prima
- Relawan Kesehatan Indonesia Dampingi Pasien Asam Lambung ke IGD RS Polri
- Gempa Kembar Guncang Venezuela, 188 Orang Tewas dan 1.520 Terluka
- SBAI-FBTPI-KPBI Serukan Mobilisasi Besar, Kecam Dugaan Union Busting
Resmi Jadi Sayap Partai, Jurnalis dan Influencer Rakyat Indonesia Siap Kawal Informasi Berkualitas

Keterangan Gambar : M.Nazaruddin di acara pelantikan sayap partai.
BERNUSA.COM, Jakarta – Partai Rakyat Indonesia (PRI) resmi melantik kepengurusan Jurnalis dan Influencer Rakyat Indonesia sebagai salah satu organisasi sayap partai dalam sebuah acara yang digelar di Gedung PRI, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Pembentukan organisasi tersebut bertujuan memperkuat komunikasi antara partai dengan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi jurnalis dan kreator konten untuk menyampaikan masukan yang konstruktif dalam mendukung pembangunan bangsa.
Ketua Umum PRI, M. Nazaruddin, mengatakan kehadiran sayap baru ini diharapkan mampu memperkokoh fondasi demokrasi melalui penyampaian informasi yang benar, berimbang, dan bertanggung jawab.
Baca Lainnya :
"Partai Rakyat Indonesia harus peka dan mendengarkan semua masukan, terutama dari teman-teman jurnalis dan influencer. Ini untuk menopang fondasi bangsa dan negara," ujar Nazaruddin di sela-sela pelantikan.
Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik tersebut harus disampaikan secara santun, berdasarkan fakta, serta tidak mengandung informasi bohong atau hoaks.
"Jangan merusak, jangan anarkis, dan yang paling penting jangan mengeluarkan berita-berita hoaks," tegasnya.
Menurut Nazaruddin, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Karena itu, peran jurnalis dan influencer menjadi semakin strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan media sosial yang kini menjadi sumber informasi utama, terutama bagi generasi muda. Perubahan pola konsumsi informasi, khususnya di kalangan Generasi Z yang lebih banyak mengakses TikTok dan Instagram dibandingkan televisi, dinilai sebagai perkembangan yang harus direspons secara positif.
"Ukuran jangan hoaks itu adalah menyampaikan sesuatu dengan baik, benar sesuai fakta, dan tidak menyakiti pihak mana pun," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, PRI turut mengajak seluruh anggota Jurnalis dan Influencer Rakyat Indonesia untuk berperan aktif mengawal berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, pembangunan tiga juta rumah, serta Sekolah Rakyat.
Nazaruddin menegaskan bahwa pembentukan dan pelantikan kepengurusan organisasi ini merupakan langkah awal untuk membangun organisasi yang profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
"Pembentukan dan pelantikan kepengurusan baru ini merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan roda organisasi berjalan secara profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik," ujarnya.
Ia berharap organisasi tersebut mampu melahirkan insan pers dan kreator konten yang kritis, independen, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui berbagai program kerja selama masa kepengurusan.
Meski menjadi bagian dari sayap partai, Nazaruddin menegaskan seluruh jurnalis dan influencer yang bergabung tetap harus memegang teguh kode etik jurnalistik dalam menjalankan profesinya.
"Media mengikuti perkembangan zaman. Jurnalis dan influencer menjadi yang paling depan mengikuti perubahan ini, tetapi tetap harus berpegang pada kode etik jurnalistik," pungkasnya.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

